Toyota Sienta Hybrid Sedang Dipertimbangkan Meluncur di Indonesia

Berita Otomotif

Toyota Sienta Hybrid Sedang Dipertimbangkan Meluncur di Indonesia

JAKARTA - Toyota mengaku sedang mempelajari seberapa besar potensi pasar Sienta hybrid di Indonesia.

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan bahwa Sienta hybrid masuk dalam pertimbangan mereka sebagai salah satu model kendaraan ramah lingkungan yang nantinya meluncur di Indonesia. Meski demikian, semua masih dalam studi.

“Kebetulan salah satu risetnya adalah itu (Sienta hybrid). Namanya studi, kan, semua kemungkinannya kami pelajari. Tinggal secara teknis dan pasar itu memungkinkan atau tidak,” ucapnya beberapa waktu lalu di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Sebagai informasi, jagad otomotif Tanah Air memang segera memasuki era mobil rendah emisi gas buang. Pemerintah saat ini sedang menyusun regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) berisi insentif pajak antara lain bagi teknologi hybrid, mobil listrik murni, flexi engine dan mesin konvensional berkapasitas kecil.

Aturan ini diekspektasikan terbit selambat-lambatnya April mendatang. Dengan insentif dari pemerintah, mobil hybrid maupun mobil listrik murni diharapkan dapat lebih terjangkau untuk kemudian diproduksi secara lokal.

Pemerintah sudah menargetkan mobil hybrid maupun mobil listrik murni berkontribusi 20 persen dari total pasar roda empat pada 2025.

Pabrikan-pabrikan otomotif sudah mengambil ancang-ancang untuk memanfaatkan insentif tersebut dan bahkan sudah mengungkapkan model-modelnya. Di antaranya adalah Nissan Note e-Power, Nissan Leaf, Mitsubishi Outlander PHEV dan Toyota C-HR.

Mobil listrik Nissan Leaf malah sudah dipastikan mengaspal di Nusantara pada 2020.

Jimmi mengatakan Toyota sudah berencana memproduksi mobil hybrid mereka di Indonesia pada suatu waktu di masa depan. Tak hanya itu, pabrikan otomotif terbesar dunia asal Jepang ini pun berambisi kelak bisa meluncurkan mobil hybrid terjangkau di Indonesia.

“Arah kami, kami pasti ingin membuat hybrid yang lebih terjangkau. Tapi, hingga saat ini soal modelnya apa dan lain-lain memang belum kami putuskan karena salah satu faktor yang kami tunggu adalah peraturan pemerintah. Itu akan membantu sekali. Bayangkan, pajak hybrid lebih murah daripada non-hybrid. Pasti akan membantu supaya harganya lebih terjangkau,” papar dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar