Toyota Sebut 2 Alasan Harga Avanza Facelift Tak Berubah

Berita Otomotif

Toyota Sebut 2 Alasan Harga Avanza Facelift Tak Berubah

JAKARTA – Toyota membantah alasan utama mereka tak menaikkan harga Avanza facelift adalah persaingan makin ketat di segmen low multi purpose vehicle (LMPV).

Seperti diberitakan sebelumnya, Avanza facelift meluncur pada Selasa (15/1/2019) di Jakarta dan memiliki diferensiasi paling kentara pada sektor fascia depan. Satu varian yaitu 1.3 G M/T Basic dihilangkan, sehingga kini berjumlah 11 varian.

Banderol Avanza facelift juga tak berubah. Dimulai dari 1.3 E STD M/T berharga Rp 188,6 juta, dilanjutkan secara berturutan oleh 1.3 E STD A/T (Rp 199,8 juta), 1.3 E M/T (Rp 191, 1 juta),  1.3 E A/T (Rp 202,3 juta), 1.3 G M/T (Rp 208,95 juta), 1.3 G AT (Rp 219,65 juta), 1.5 G M/T Rp 221,25 juta), Veloz 1.3 M/T (Rp Rp 215,65 juta), Veloz 1.3 A/T (Rp 227, 45 juta), Veloz 1.5 M/T (Rp 227,65 juta) dan Veloz 1.5 A/T (Rp 239,45 juta).

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor (TAM), menjelaskan alasan pertama mereka tetap menahan harga adalah daya beli target konsumen di LMPV saat ini.

“Sebenarnya, kan, sejak pengembangan pun sudah kami pelajari target segmennya siapa. Segmen konsumen di LMPV kunci paling pentingnya pasti keterjangkauan harga, value for money,” ucapnya usai seremoni peluncuran, menanggapi pertanyaan Mobil123.com.

Selanjutnya adalah kondisi persaingan di segmen LMPV sekarang yang makin ketat. Sebagai informasi, sejak 2017, jumlah pemain bertambah dengan kehadiran dua model yaitu Mitsubishi Xpander plus Wuling Confero. Xpander bahkan sempat melampaui penjualan Avanza selama sembilan bulan pertama 2018.

“Persaingan pasti tapi pertimbangan utamanya lebih ke segmennya, pasarnya. Keterjangkauan bagi konsumen paling penting. Kami melihat kira-kira konsumen mampu beli di harga berapa, cicilan berapa, kemudian kami pasang di situ,” lanjut Anton.

Target Avanza facelift sendiri adalah mempertahankan posisi sebagai LMPV nomor satu pada 2019. Model ini dibebankan misi meraih pangsa pasar 30 persen.

“Volumenya tergantung pasar. Tahun lalu, kan, di bawah 7.000 unit per bulan. Sekitar 6.800 – 6.900 unit. Sekarang dengan model baru kami harap setidaknya sekitar 7.000 unit,” papar dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar