Toyota Indonesia Dukung SDM Agar Lebih Berkualitas

Berita Otomotif

Toyota Indonesia Dukung SDM Agar Lebih Berkualitas

JAKARTA - Toyota Indonesia sukses selama puluhan tahun dan ini tidak lepas dari sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Kisah sukses Toyota di Indonesia tak tidak terlepas dari sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Mereka kebanyakan asli orang Indonesia yang diakui memegang peranan penting dalam proses keberhasilan Toyota selama ini.

Fransiscus Soerjopranoto, Executive GM Marketing Toyota-Astra Motor (TAM) menjelaskan, SDM yang berkualitas adalah kunci dari semua ini. Sehingga sangat wajar, Toyota Indonesia yang telah memasuki hari jadinya yang ke-45 tahun terus meraih hasil positif sekaligus optimisme di pasar otomotif dalam negeri ke depannya.

Pencapaian Toyota Indonesia selama ini tidak hanya menjadikan merek Toyota menjadi pemimpin pasar nasional, tetapi juga sebagai eksportir otomotif terbesar.

Untuk mencapai keberhasilan ini ternyata harus menjalani proses cukup panjang hingga akhirnya menciptakan produk berkualitas dari tangan-tangan para pekerja Indonesia. Diawali dengan berbagai tantangan globalisasi, Toyota Indonesia harus mengadakan pengubahan yang cepat dan radikal di berbagai aspek karyawan.

Salah satu faktor penunjang karena mengimplementasikan Toyota Way yang menjadi filosofi di balik kisah sukses Toyota Indonesia baik itu Toyota-Astra Motor dan Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di dalam negeri.

"Jadi memang landasan kami adalah Toyota Way. Ada dua prinsip utama, pertama continuous improvement yang sering kami kejar. Poin pertama adalah perbaikan secara terus menerus di dalam tim kami. Kedua yaitu respect for people di mana kami sangat menghargai skills karyawan dan ini benar-benar kami perhatikan," kata pria berkacamata karib disapa Soerjo.

Ia menambahkan, untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dibutuhkan proses belajar. Dan ini dilakukan di setiap divisi TAM secara berkelanjutan agar menghasilkan SMD yang baik dan tak gagap terhadap perubahan.

"Secara formal kami punya training di berbagai divisi untuk karyawan yang memang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu. Semua kami lakukan sebelum bisa melayani konsumen di Indonesia," papar Soerjo.

Di samping itu, TAM memiliki kontes mekanik Toyota. Mekanik-mekanik beradu kemampuan mulai kategori perlombaan yaitu body repair, paint repair, technician general repair, foreman, service advisor, partsman dan lainnya.

Ia memaparkan tujuan diadakan kontes mekanik bukan sebatas untuk mencari siapa yang terbaik, namun lebih ke arah menciptakan pelayanan purnajual Toyota yang maksimal kepada pelanggan.

"Kami memastikan meminimalisir kesalahan. Setiap kesalahan tidak bisa sepenuhnya bisa menyalahkan manusia, dalam kasus ini kami harus menganalisa, kami cari inti masalah karena kami memiliki rasa hormat kepada setiap karyawan," tegasnya.

Dalam perjalanan panjang Toyota di Indonesia tidak berhenti sampai di sini. Toyota Indonesia seakan ingin mengucapkan selamat tinggal ketimpangan budaya dan teknologi antara negara Indonesia dan Jepang sebagai salah satu negara penghasil otomotif terbesar di dunia.

Untuk itu, ada namanya program ICT atau Intra Company Transferee. Program dimaksud bisa dikatakan sangat menguntungkan karyawan, di mana dalam kesempatan ini anak-anak bangsa bisa menuntut ilmu ke Negeri Matahari Terbit atau ke negara lain. Umumnya, program ICT berjalan selama 1-2 tahun, tergantung bidang yang ditekuni. Divisi product planning contohnya.

Program ICT khusus divisi non-strategic tersebut harus diikuti selama dua tahun lamanya, baru bisa mengimplementasikan ilmu lebih mendalam di tengah masyarakat Indonesia.

Soerjo menjelaskan setidaknya 10 persen dari 1.000 karyawan akan menjalani program ICT ke luar negeri. Ia memaparkan anak bangsa yang bekerja di TAM memiliki potensi sangat besar dari segi kualitas. Penguasaaan masing-masing divisi ini dapat menjadi subyek pembangunan Toyota di dalam negeri.

Dalam menjalankan bisnis otomotif, TAM tidak terlepas dari TMMIN. Keduanya saling berkesinambungan satu sama lain untuk menghasilkan produk mobil yang diinginkan konsumen di Tanah Air. TAM sendiri sebagai corong informasi ke konsumen dan juga dapat berfungsi mencari informasi kendaraan apa yang diinginkan masyarakat.

Sementara TMMIN atau kependekan dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia merupakan perakit mobil Toyota dan eksportir kendaraan Toyota di Indonesia. Tugasnya sangat jelas yaitu menciptakan mobil-mobil penumpang dengan memanfaatkan fasilitas pabrik di Sunter, Jakarta Utara dan Karawang, Jawa Barat.

Dalam tugasnya, pihak TMMIN menjunjung tinggi sumber daya manusia karena mereka adalah kunci keberhasilan perusahaan.

Wakil Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono sempat menjelaskan jika TMMIN selalu "memanusiakan manusia". Dalam istilah ini, pihak TMMIN berupaya untuk menghargai karyawan demi kesuksesan, saat ini ataupun di masa depan. Namun ada proses agar menjadi sukses yaitu membekali karyawan dengan ilmu pengetahuan yang tepat.

Warih sedikit meminjam ucapan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia saat kuliah umum beberapa waktu lalu yang saat itu mengatakan, salah satu kunci kesuksesan perusahaan adalah people development, bagaimana mengembangkan karyawan menjadi lebih baik dan berprestasi.

"Dan saya selalu declare bahwa karyawan itu penting. Make people before make product, ini yang menjadi filosofi saya," tegas Warih.

TMMNI sendiri punya TMMIN Learning Center Karawang diresmikan empat tahun lalu. Tempat ini guna memberikan pelatihan keterampilan teknis karyawan dalam hal manufaktur mobil Toyota. Tidak bisa dihindari jika perkembangan teknologi otomotif sangat cepat, jika karyawannya gagap teknologi maka akan menjadi boomerang. Ini yang menjadi fokus kehadiran TMMIN Learning Center.

"Karyawan harus disiapkan termasuk pengetahuan dan pemikirannya. Ke depan kami tidak hanya penting terhadap perkembangan teknologi, tapi manusianya tetap harus dikendalikan, artinya diberikan keahlian dan ilmu," papar pria berkacamata itu.

Tempat pelatihan ini dianggap siap untuk menyambut era globalisasi dari berbagai aspek teknologi otomotif selain pihak TMMIN juga menjalankan program ICT seperti TAM.

Program-program yang dilakukan baik TAM dan TMMIN diharapkan bisa memecahkan permasalahan soal kendaraan yang kian komplek di dalam negeri. Para karyawan pun senantiasa belajar agar siap menyambut perubahan. [Ikh]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



M Ikhsan

M Ikhsan

Pria ini sangat menyukai dunia otomotif karena sudah menjadi bagian hidupnya sejak kecil. Seperti para jurnalis otomotif lainnya, saya suka‬ pekerjaan yang mendetail dan suka dengan aktivitas outdoor yang penuh tantangan. Impian saya adalah mengoleksi supercar Italia, meski sekarang hanya bisa mengoleksi die cast. Tapi saya percaya suatu saat nanti, satu supercar akan terparkir di garasi rumah. ‎


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual