Toyota bakal Berterima Kasih Jika Diskon PPnBM 100% Diperpanjang

Berita Otomotif

Toyota bakal Berterima Kasih Jika Diskon PPnBM 100% Diperpanjang

JAKARTA – Toyota mengaku akan sangat mengapresiasi pemerintah andai kata diskon Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 100 persen diperpanjang lagi. Tatapi, mereka sadar bahwa keputusan itu sepenuhnya wewenang regulator.

Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy tak membantah bahwa pihaknya tentu bakal senang dan berterima kasih jika saja insentif pembebasan PPnBM yang berakhir pada Agustus 2021 bisa menjadi lebih lama lagi.

Soalnya, pada Juli dan Agustus, pelaksanaannya tak maksimal akibat gelombang kedua pandemi Covid-19 serta Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat/Level 4.

Diketahui, aturan pembatasan mobilitas secara ketat ini berlangsung sejak 3 Juli 2021 dan terus diperpanjang hingga 23 Agustus 2021.

dealer Toyota melayani pembeli Toyota Rush saat pandemi Covid-19

“Tapi tentu pemerintah punya pertimbangan sendiri dan berhak memutuskan detailnya,” ucap Anton via pesan singkat kepada Mobil123.com pada Kamis (19/8/2021).

Diskon PPnBM 100 persen sendiri berlaku sejak Maret tahun ini untuk mobil-mobil rakitan lokal dengan mesin 1.500 cc ke bawah dan punya tingkat kandungan komponen lokal minimal 60 persen.

Awalnya, periode kebijakan hanya sampai Mei, tapi kemudian diperpanjang hingga Agustus atas usulan pelaku industri melalui Kementerian Perindustrian.

Nahasnya, pada semester kedua Indonesia dihantam gelombang kedua pandemi Covid-19 dan angka kasus penularan baru meroket. PPKM pun diberlakukan di Jawa-Bali mulai awal Juli, menyusul kemudian di luar dua pulau tersebut beberapa waktu setelahnya.

Toyota, sebut Anton, terus berkomunikasi dengan pemerintah melalui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Evaluasi maupun diskusi dengan pembuat kebijakan dijalankan secara berkala.

SPK Toyota pada Juli 2021 Turun

Ketika berbicara dalam konferensi pers virtual pada Kamis kemarin, Anton mengatakan bahwa PPKM membuat Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) Toyota sepanjang Juli turun jika dibandingkan Juni. Sayang, ia tidak bersedia mengungkap angka penurunannya.

“Terutama sangat terasa sekali di awal-awal Juli. Pada saat PPKM Darurat atau Level 4 ini dimulai. Memang, adanya PPKM Darurat dan lalu jadi Level 4 sampai sekarang cukup berimpak terhadap pengurangan permintaan atau SPK,” jelas dia menjawab pertanyaan Mobil123.com.

Meski demikian, secara angka, penjualan retail Toyota pada Juli masih meningkat tipis ketimbang Juni, yaitu dari 19.392 unit menjadi 21.933 unit.

Menurut Anton, hal ini terbantu oleh distribusi kepada konsumen-konsumen yang rela inden sejak berbulan-bulan lalu karena tergoda oleh diskon PPnBM 100 persen.

“Untungnya pada Juli kami masih ada konsumen-konsumen yang masih inden dari bulan sebelumnya (demi mendapatkan diskon PPnBM 100 persen),” pungkas dia.

Sepanjang Januari-Juli kemarin, Toyota membukukan penjualan retail 142.618 unit. Volumenya meningkat 36,5 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2020 (year on year/yoy) dan Toyota tetap kukuh di peringkat pertama merek mobil terlaris dengan pangsa pasar 31,6 persen—turun dari sebelumnya 32 persen. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar