Toyota Ancam Berhenti Jual Beberapa Model Gara-gara Rencana Trump

Berita Otomotif

Toyota Ancam Berhenti Jual Beberapa Model Gara-gara Rencana Trump

TEXAS – Toyota berpikir untuk menyetop penjualan model-model tertentu di Amerika Serikat (AS) jika Presiden Donald Trump jadi mengeksekusi rencana menaikkan bea masuk mobil impor.

Toyota menjelaskan skenario bisnis yang terbesit seandainya kebijakan ini Trump bersikukuh menghalang-halangi mobil impor demi membuat para pabrikan melakukan perakitan lokal. Sebagian model mereka di dealer berpotensi dijual dengan banderol lebih mahal, sementara model-model lain bisa saja berhenti dijual.

“Jika pada akhirnya bea masuk menjadi 10 atau 25 persen, kami mesti mengevaluasi apa yang nantinya kami lakukan hampir untuk setiap seri kendaraan. Di sebagian seri kami mungkin menaikkan harganya. Tak tertutup kemungkinan pula kami menyetop impor untuk seri-seri lain dan konsumen bakal memiliki pilihan lebih sedikit,” kata Chief Executive Officer Toyota Amerika Utara Jim Lentz, seperti diwartakan Bloomberg pada akhir pekan lalu.

Toyota sebelumnya sudah memasukkan komentar resmi yang menentang rencana Trump ke Departemen Perdagangan AS, yang kemudian mengadakan rapat dengar pendapat pada penghujung pekan lalu. Lentz menilai bahwa apa yang ingin Trump lakukan benar-benar salah.

Toyota bukannya tak memiliki pabrik di AS. Mereka sudah memiliki 10 fasilitas perakitan di sana.

Bahkan, salah satu pabrikan terbesar dunia ini sedang dalam proses membangun pabrik baru di Huntsville, Alabama. Calon pabrik ke-11 Toyota ini dibuat dengan menggandeng Mazda.

Meski begitu, dari 2,4 juta unit kendaraan yang dijual Toyota pada tahun lalu di AS, ada 50 persen yang masih diimpor. Model terpopuler Toyota di ‘Negeri Paman Sam’ yaitu crossover Toyota RAV4 dengan penjualan sekitar 408 ribu unit malah masih diimpor dari Jepang plus Kanada.

Contoh lain, 95 persen dari penjualan Lexus RX Sport pada 2017 yang berjumlah sekitar 108 ribu didatangkan dari Kanada. Di sisi lain, 90 persen dari penjualan sedan Camry yang pada tahun lalu laku lebih dari 387 ribu unit dirakit di Texas.

Secara obyektif, Lentz memuji pemerintahan Trump yang juga telah melakukan berbagai kebijakan pendorong industri otomotif, seperti pengkajian ulang standar efisiensi konsumsi bahan bakar atau potongan pajak. Namun, soal lokalisasi perakitan, banyak hal yang mesti dipertimbangkan dari sisi bisnis.

“Apakah politik dapat masuk dan menentukan hal itu ? Apakah kami dapat menentukan untuk merakit di AS, walaupun kami dapat melakukannya lebih murah di tempat lain ? Itu bisa terjadi, tapi Anda tak bisa terlalu sering seperti itu. Ada bisnis yang harus berjalan,” tandas Lentz. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar