Tips Beli Mobil Bekas agar Kantong Tak Bolong dan Salah Pilih

Panduan Pembeli

Tips Beli Mobil Bekas agar Kantong Tak Bolong dan Salah Pilih

JAKARTA – Jumlah mobil bekas yang bertebaran di pasar luar biasa banyak, dengan berbagai macam harga maupun kondisi. Oleh karena itu, mereka yang berniat membeli mobil bekas perlu mengetahui tips dan triknya.

Banyak hal yang mesti diperhatikan ketika membeli mobil bekas. Seperti misalnya anggaran, kondisi mobil, dokumen kendaraan, metode pembayaran, status pajaknya, maupun tempat membeli.


Untuk tempat membeli, pastikan memilih dealer atau situs jual – beli dengan rekam jejak plus reputasi bagus seperti Mobil123.com. Setelahnya masih ada tujuh lagi tips membeli mobil bekas, seperti dikutip dan disarikan dari keterangan resmi Lifepal baru – baru ini:

  1. Perhatikan Bujet, Kebutuhan, dan Purnajual
    Sebelum membeli lihat dulu anggaran, jenis, serta kelas mobil yang benar-benar Anda butuhkan untuk menunjang mobilitas sehari – hari. Setelah itu, pilih mobil berkualitas baik dari merek terkenal.
    Teliti layanan purnajual dari merek tersebut seperti ketersediaan bengkel resmi, kemudahan suku cadang maupun harganya. Kemudian, cari tahu apakah model yang Anda incar punya isu atau kendala umum yang kerap terjadi pada penggunanya.
  2. Dokumen Lengkap dan Masih Berlaku
    Pastikan mobil bekas bekas itu punya Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) plus Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Ketiadaan salah satu di antaranya dapat menimbulkan masalah di kemudian hari yang merepotkan, seperti misalnya BPKB ternyata sedang dititipkan di perusahaan pembiayaan karena ada masalah kredit. Pastikan STNK dan pajak kendaraan masih berlaku/tidak ‘mati’.
    Membeli mobil tanpa dokumen bisa dikategorikan sebagai tindak kejahatan. Anda berpotensi terjerat Pasal 480 KUHP tentang Penadah Hasil Curian.
  3. Jangan Anggap Enteng Kredit
    Akan lebih baik jika mobil bekas dibeli secara tunai karena tak akan mengganggu pengeluaran bulanan. Namun, jika harus kredit, sadari kemampuan Anda dalam membayar.
    Ketika Anda membeli secara tunai, pastikan jumlah aset lancar Anda masih di kisaran 15 persen hingga 20 persen dari kekayaan bersih. Jika membeli kredit, lebih aman membeli mobil tahun muda dan pastikan uang angsuran tidak diambil dari dana darurat. Pastikan juga cicilan per bulan tidak melebihi 35 persen dari pemasukan bulanan dan total utang tertunggak Anda tidak melebihi 50 persen dari total nilai aset.
  4. Hati-hati Jika Overcredit
    Dalam beberapa kasus, pembelian mobil bekas dilakukan secara overcredit, yaitu mengalihkan kredit dari pemilik lama ke calon pemilik baru. Jika demikian, jangan membeli ‘di bawah tangan’ dan pastikan Anda mengurusnya dulu ke perusahaan pembiayaan serta asuransi untuk menghindari masalah hukum di masa depan yang bakal bikin Ada ribet sendiri.
  5. Cek di Bengkel Resmi
    Cara terbaik mengetahui kondisi mobil adalah memeriksakannya di bengkel resmi. Hasil general check up bisa menjadi pertimbangan melakukan negosiasi ke penjual. Jangan pernah buru – buru dalam membeli mobil bekas karena Anda wajib memastikan kondisinya sebelum membayarkan mahar.
  6. Sisakan Bujet
    Jangan habiskan semua bujet ketika membeli mobil bekas. Sisakan untuk berjaga – jaga jika Anda ternyata perlu pergantian suku cadang atau komponen kendaraan setelah membeli.
  7. Asuransikan Mobil
    Pastikan mobil bekas yang Anda beli sudah terlindungi asuransi. Jika tidak, pastikan Anda melindunginya dengan asuransi setelah membeli untuk menghindari kerugian finansial atas risiko yang muncul, entah itu All Risk atau TLO (Total Lost Only). [Xan/Ari]


Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar