Beli Mobil Mewah dan Supercar di Importir Umum Punya 3 Kekurangan

Berita Otomotif

Beli Mobil Mewah dan Supercar di Importir Umum Punya 3 Kekurangan

JAKARTA – Selain membeli mobil melalui agen pemegang merek (APM), para konsumen bisa pula melakukannya lewat importir umum. Tapi, importir umum memiliki beberapa kekurangan yang merugikan konsumen.

APM dan importir umum memang menjadi dua opsi untuk membeli kendaraan. Importir umum sendiri kebanyakan menjual mobil-mobil mewah dan supercar dari Eropa atau pun Amerika Serikat.

Membeli melalui importir umum lebih ‘bebas’ karena konsumen bisa mendapatkan model yang belum disediakan oleh ATPM. Sudah ada di antara mereka yang bahkan menyempurnakan layanan dengan servis serta garansi layaknya ATPM.

Namun, di balik itu, importir umum memiliki kelemahan-kelemahan yang tak mengenakkan. Pertama tentu saja soal harga.

Ari Utama, Chief Executive Officer (CEO) PT. Hascar International Motor, menerangkan bahwa banderol kendaraan yang dibawa ATPM lebih rendah jika dibandingkan dengan importir umum. Ini karena ATPM sudah mendapat kepercayaan langsung dari prinsipal dan harganya merupakan harga awal.

Importir umum, di sisi lain, kerap mendapatkan unit dari dealer di luar negeri. Dealer itu sendiri tentunya sudah menambah lagi margin dalam harga jual untuk profit mereka sendiri.

“Dibanding importir umum, kalau untuk harga, saya yakin kami akan lebih baik karena importir umum akan mendapatkan unit dari diler," kata Ari seusai peluncuran All-New Jeep Wrangler di Jakarta, akhir pekan lalu, seperti dikutip dari kantor berita Antara.

Sebagai informasi, PT. Hascar International Motor merupakan ATPM baru untuk beberapa merek dari pabrikan Fiat Chrysler di Indonesia. Mereka mengambil alih hak distribusi di Indonesia dari Garansindo Group.

Lebih lanjut, kelemahan kedua adalah mobil dari importir umum belum disesuaikan dengan regulasi serta kebutuhan di Indonesia. Hal ini sedikit-banyak menambah ‘pekerjaan rumah’ dari sang pemilik.

Ari mencontohkan soal mobil-mobil luar negeri yang sudah berstandar emisi gas buang Euro 5 atau bahkan Euro 6. Padahal, Indonesia baru menerapkan Euro 4 untuk mesin bensin atau bahkan Euro 2 bagi mesin diesel.

"Misalnya soal mesin EURO 4. Importir umum enggak EURO 4 (tetap mengikuti standar negara asalnya) karena itu bukan alokasi untuk Indonesia," kata dia.

Importir umum, menurutnya, tidak pula bisa menggaransi dan menangani jika ada recall (penarikan dan perbaikan gratis) secara global. Sebaliknya, ATPM akan bertanggungjawab.

Ketika diwawancarai pada kesempatan terpisah, tenaga penjual sebuah dealer importir umum di Pondok Indah, Jakarta mengakui ada fitur-fitur pada mobil mereka yang tidak berfungsi di Indonesia seperti sistem navigasi atau teknologi komunikasi canggih. Ini terjadi karena perbedaan data peta atau sistem perangkat.

Kendati begitu, ia mengklaim hal itu bisa ditangani dengan melakukan perubahan pada perangkat. Pasalnya, dealer itu menurut dia ‘punya garansi serta bengkel rekanan CBU’. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar