Test Drive Hyundai Ioniq dan Kona EV: Diam-diam Mematikan!

Review

Test Drive Hyundai Ioniq dan Kona EV: Diam-diam Mematikan!

JAKARTA – Hyundai Ioniq dan Kona EV memang tidak memberikan sensasi raungan mesin yang garang ketika digas. Tapi, rasa berkendara keduanya berkata lain.

Sebagai mobil listrik murni dari Hyundai yang mengandalkan baterai ion lithium plus motor penggerak, Ioniq dan Kona EV memberikan pengalaman berkendara senyap di dalam kabin. Ini yang Mobil123.com rasakan ketika mulai menyalakan kendaraan dalam Hyundai Track Day 2021 di Sirkuit Sentul, Bogor akhir pekan lalu.

Ioniq maupun Kona EV sendiri meluncur pertama kali di Indonesia pada 6 November 2020. Pada awal 2021, Hyundai tanpa seremoni menghadirkan Kona EV facelift.

Hyundai Ioniq dan Hyundai Kona EV

Sejak debut hingga kini, keduanya menjadi mobil listrik termurah di pasar Indonesia dengan harga Rp 600 juta-an. Per Maret 2021, harga on the road Jakarta Ioniq adalah Rp637 juta dan 677 juta untuk dua tipenya sedangkan Kona EV Rp 697 juta.

Review Performa Hyundai Ioniq dan Kona EV

Sebagai mobil listrik, Ioniq dan Kona EV tidak mengeluarkan suara apa pun ketika tombol Start/Stop Button ditekan. Penanda mobil telah hidup hanya panel meter yang menyala.

Akan tetapi, semburan torsi langsung terasa ketika gas ditekan perlahan. Rasanya amat berbeda dengan mobil dengan mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE).

mobil listrik Hyundai Ioniq

Jika dibandingkan dengan mobil listrik lain yang pernah Mobil123.com coba seperti Nissan Note e-Power, tarikan Ioniq dan Kona EV sebenarnya relatif lebih halus dalam mode Eco serta Comfort. Jika mau benar – benar merasakan sensasi torsi instan mobil listrik, ada mode Sport.

Sepertinya, Hyundai ingin Ioniq dan Kona EV lebih bersahabat dengan orang – orang yang baru beradaptasi dengan mobil listrik.

Kendati begitu, bagaimanapun, rasa berkendaranya benar – benar menyenangkan jika dikomparasi dengan mobil ICE kebanyakan. Torsi Ioniq yang 295 Nm maupun Kona EV yang 395 Nm terasa begitu nyata sejak awal ketika digeber di Sirkuit Sentul, sampai – sampai menimbulkan sedikit overspin di beberapa bagian sirkuit.

mobil listrik Hyundai Kona EV

Stabilitas pengendalian keduanya juga sudah lebih dari cukup untuk dibawa bermanuver, dengan body roll minim. Ini antara lain karena titik pusat gravitasi rendah, setelah baterai keduanya ditaruh pada bagian bawah bodi.

Pada bagian setir Ioniq maupun Kona, terdapat paddle shift. Tapi, fungsinya bukan mengoper ke gigi lebih rendah atau lebih tinggi karena mobil listrik Hyundai tidak memilikinya.

Fungsi paddle shift adalah mengatur level regenerative braking (bantuan pengisian daya baterai ketika mobil melakukan deselerasi/pengereman). Semakin tinggi level, sensasi ketika melepas pedal gas makin mirip dengan pengereman. Ini mirip dengan One Pedal System milik Nissan.

Di kabin Ioniq, suara ban melindas aspal masih cukup terdengar. Tapi, di Kona EV, level kekedapan suaranya lebih ciamik.

Spesifikasi dan Fitur Hyundai Ioniq – Kona EV

Ioniq ditenagai baterai ion lithium 38,3 kWh. Daya puncaknya 134 hp, dengan torsi 295 Nm yang disalurkan menuju roda – roda depan dengan transmisi single speed reduction gear yang dikendalikan dengan shift-by-wire.

Jarak tempuh jika baterai terisi penuh, menurut pengetesan WLTP, 311 km. Efisiensinya mencapai 7,24 km per 1 kWh.

Hyundai Ioniq 2021

Fitur – fitur Ioniq antara lain tujuh airbags, Parking Distance Warning (PDW), Tire Pressure Monitoring System (TPMS), Electric Parking Brake (EPB) with Autohold, 3 mode berkendara, Head Unit layar sentuh 8 inci.

Kona EV, di sisi lain, mengandalkan baterai ion lithium 39,2 kWh. Dayanya sama, 134 hp, tapi dengan torsi 395 Nm yang disalurkan pula ke roda – roda depan dengan transmisi single speed reduction gear yang dikendalikan dengan shift-by-wire.

Jarak tempuh menurut WLTP 305 km. Adapun efisiensinya 6,99 km per kWh.

Hyundai Kona EV 2021

Secara garis besar, seluruh fitur yang ada di Ioniq juga ada di Kona EV. Tapi, ada tambahan seperti Electronic Virtual Sound System (EVSS) untuk rekayasa suara ketika berjalan, pun Head-up Display.

Mulai Kona EV facelift, fitur keselamatan aktif menjadi lebih banyak. Ada misalnya Lane Keeping Assist, Lane Following Assist, Forward Collision Mitigation Assist, Safe Exit Assist, maupun Quiet Mode untuk kenyamanan. [Xan/Had]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar