Tanggapan Honda Mengenai Partisi Ojek Online

Berita Otomotif

Tanggapan Honda Mengenai Partisi Ojek Online

JAKARTA – Ojek Online (Ojol) yang telah diperbolehkan untuk mengangkut penumpang kembali diwajibkan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan.

Tidak hanya menyediakan hand sanitizer, beberapa upaya juga diterapkan untuk mencegah semakin menyebarluasnya virus corona, terutama melalui ojek online. Inovasi terkini yang tengah diterapkan adalah penggunaan partisi. Alat ini membatasi antara pengemudi dan penumpang.

Namun hal ini ternyata menimbulkan pro kontra di masyarakat. Di satu sisi pembatas ojol merupakan salah satu upaya preventif untuk mencegah penyebaran virus. Lalu di lain hal, pembatas ini membahayakan dan bisa menjadi penyebab kecelakaan.

Lalu bagaimana tanggapan dari pihak pabrikan mengenai partisi yang baru diterapkan oleh ojol. Karena setiap pabrikan motor pastinya memiliki standar sendiri mengenai keselamatan. PT Astra Honda Motor (AHM) melalui kesempatan ngobrol virtual bersama FORWOT (Forum Wartawan Otomotif) Indonesia, mengungkapkan pendapatnya.
Partisi Ojek Online

“Kita melihatnya pembatas itu sebagai transmisi antara depan dan belakang. Dengan menggunakan pembatas dan pakai masker, jadi sama saja seperti kita pakai faceshield dari droplet,” kata Johannes Lucky, Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Selasa, 08 Agustus 2020.

Namun partisi yang digunakan ojol juga dikatakan sebuah upaya positif dari aplikator (penyedia jasa), guna memutus mata rantai penyebaran covid-19. Meskipun mesti disadari bahwa pengendara tidak boleh mengemudi melebihi kecepatan tertentu.

“Penghalang di belakang tidak boleh melebihi kepala dan badan ketinggiannya. Kalau terlalu lebar bisa mengganggu kenyamanan. Kalau terlalu sempit juga tidak akan berguna untuk melindungi. Lalu kecepatan kendaraan 60 sampai 70 km/jam masih terbilang normal,” tambah Ahmad Muhibbuddin, General Manager Corporate PT AHM.

Menurutnya selain partisi, penumpang ojol juga harus membiasakan diri untuk menggunakan masker dan membawa helm sendiri. Selain itu, penumpang juga diharapkan menggunakan riding gear yang tertutup. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar