Taksi Online Buat Masyarakat Malas Punya Kendaraan Pribadi

Berita Otomotif

Taksi Online Buat Masyarakat Malas Punya Kendaraan Pribadi

ATLANTA – Meski dalam studi yang dilakukan American Automobile Association (AAA) disampaikan bahwa membeli mobil di Amerika Serikat sebenarnya lebih murah ketimbang menggunakan taksi online, kenyataannya masyarakat lebih menyukai taksi online.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Cox Automotive, setengah dari responden mengatakan bahwa biaya kepemilikan kendaraan semakin meningkat. Hal ini membuat mereka lebih tertarik untuk menggunakan taksi online.

Hampir 40 persen dari 1.250 responden mengatakan bahwa transportasi memang sangat penting namun memiliki kendaraan bukanlah hal wajib. Sementara 57 persen responden di perkotaan mengatakan bahwa kendaraan pribadi bukan hal wajib untuk ke lokasi tujuan.

Hal tersebut terdengar sebagai alarm bahaya untuk industri otomotif yang telah melakukan investasi pada bidang manufaktur, penjualan dan perawatan kendaraan.

Industri otomotif pun menanggapi hal ini dengan cukup serius. Sejumlah produsen mobil seperti Mercedes-Benz, BMW dan General Motors pun meluncurkan beragam program baru seperti layanan penyewaan kendaraan jangka pendek.

“Kini terjadi pergantian karakter orang yang awalnya ingin memiliki kendaraan sendiri mendkadi menggunakan kendaraan sesuai kebutuhan. Kondisi ini berpotensi untuk mengurangi jumlah konsumen kendaraan hingga 40 persen,” ungkap Isabelle Helms, Vice President of Research and Market Intelligence Cox Automotive.

Lebih dari 40 persen responden mengaku telah menggunakan taksi online. Jumlah ini meningkat 77 persen dibading survey serupa pada 2015. Tak hanya itu, pengguna taksi online di kawasan penyangga kota juga mengalami peningkatan sebesar 21 persen dibanding 2015.

Sementara itu, AAA menilai bahwa membeli kendaraan terbilang lebih hemat dibandingkan dengan menggunakan jasa taksi online. AAA menilai biaya taksi online, termasuk penggunaan kendaraan rental di 20 kota besar di Amerika Serikat dikalikan dengan 10.841 (rata-rata jarak tempuh yang dilalui oleh pengemudi di daerah perkotaan dalam satuan mil) maka akan menghasilkan angka sebesar $ 20.118 atau setara Rp 294,2 juta setahun.

Jumlah tersebut tentunya cukup untuk membeli sebuah kendaraan baru dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan pribadi masing-masing. Dengan demikian, maka AAA menilai bahwa anggapan taksi online bisa menggantikan peran dari kendaraan pribadi tidaklah tepat. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar