Tak Cuma Mobil Listrik, Toyota Sebut Mobil Hidrogen juga Punya Potensi di Indonesia

Berita Otomotif

Tak Cuma Mobil Listrik, Toyota Sebut Mobil Hidrogen juga Punya Potensi di Indonesia

JAKARTA – Transportasi ‘hijau’ di Indonesia tidak hanya bisa dihasilkan melalui electric vehicle (EV/mobil listrik). Mobil hidrogen (fuel cell vehicle/FCV) pun punya potensi di negeri ini.

Ini merupakan salah satu kesimpulan dalam seminar nasional ‘Percepatan Pengembangan Ekosistem Hidrogen di Sektor Industri dan Transportasi menuju Net Zero Emission (NZE) 2026 di Indonesia’ yang diadakan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Rabu (8/11/2023), di Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta.

“Kami di Toyota mendorong multiple solution (beragam solusi) dengan menyediakan berbagai kendaraan yang dapat bantu kurangi emisi. Mulai dari kendaraan konvensional yang bisa gunakan bahan bakar bio, hybrid, PHEV (plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), BEV (battery electric vehicle), hingga FCEV,” buka Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto dalam seminar yang disiarkan langsung secara online tersebut.

Pemerintah Indonesia sendiri kini sangat mempromosikan mobil listrik khususnya BEV atau mobil listrik murni. Hasilnya, mobil-mobil berteknologi elektrifikasi, apalagi yang listrik murni, makin marak di pasar.

mobil listrik Toyota

Project General Manager Toyota-Daihatsu Engineering and Manufacturing (TDEM) Indra Chandra Setiawan menilai selama ini mobil listrik dan mobil hidrogen kerap dianggap sebagai dua hal yang bertentangan. Padahal, perdebatan itu tidak perlu terjadi.

“Pasti kita akan punya situasi saat aplikasi EV itu paling optimum dan aplikasi FCEV itu paling optimum,” ujar dia.

Menurut Wakil Presiden TMMIN Bob Azam, saat ini berbagai pihak di Tanah Air sudah bergerak membuat tiga ekosistem energi yakni bahan bakar bio, baterai, maupun hidrogen. Pada pengembangan ekosistem hidrogen, ada nama-nama seperti Pertamina, PLN, serta Samator.

mobil hidrogen Toyota Mirai

“Dengan berbagai strategi hidrogen nasional yang dilakukan semua pihak, nyatanya Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan hidrogen hijau agar tak tertinggal dengan kompetisi global dan tak lain kita segera wujudkan demi generasi kini hingga anak cucu kita di masa depan,” pungkas Bob.

Toyota sudah cukup lama mengembangkan mobil hidrogen di Jepang. Pada 2014, mereka sudah mulai memproduksi massal Toyota Mirai yang menggunakan teknologi tersebut.

Kini, Toyota bahkan sedang melakukan riset dan pengembangan terkait mesin pembakaran internal bertenaga hidrogen (Hidrogen Internal Combustion Engine/HICEV). [Xan/Ses]



Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang