Suzuki Ungkap 3 Kandidat Mobil Hybrid dan Listrik untuk Indonesia

Berita Otomotif

Suzuki Ungkap 3 Kandidat Mobil Hybrid dan Listrik untuk Indonesia

BEKASI – Suzuki menanti-nanti detail regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) dari pemerintah Indonesia dan mereka punya tiga kandidat untuk kelak dipasarkan di negara ini.

Seiji Itayama, Presiden Direktur PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS), menjelaskan bahwa pihaknya sudah memiliki ‘beberapa ide’ soal produk berteknologi ramah lingkungan untuk Indonesia. Mereka siap mengikuti jenis teknologi apa pun yang diingingkan pemerintah nantinya.

Suzuki, kata Itayama, masih rincian keputusan pemerintah. Mereka ingin melihat detail persyaratan teknis.

“Semua mengikuti arahan Kementerian Perindustrian. Kami juga sedang komunikasi dengan mereka,” ujar dia, di Cikarang, Bekasi beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, pemerintah saat ini sedang menggodok insentif pajak melalui regulasi LCEV, demi mempromosikan mobil hybrid dan mobil listrik. Pemerintah juga ingin mobil-mobil yang mendapat insentif itu dirakit di Indonesia dalam 3 – 5 tahun setelah meluncur. Pada 2025, 20 persen dari penjualan mobil di negara ini diproyeksikan datang dari mobil hybrid plus mobil listrik.

Tiga Model
Donny Saputra, Direktur Pemasaran SIS, mengungkapkan bahwa pihaknya bakal menggunakan model-model ramah lingkungan yang dimiliki saat ini untuk pasar Indonesia. Pasalnya, regulasi LCEV diekspektasikan muncul dalam waktu dekat sehingga mengembangkan model baru bakal memakan waktu.

Suzuki punya tiga jenis teknologi yaitu mild hybrid di model Suzuki Ertiga Diesel, hybrid di model Swift, serta listrik murni di model Karimun Wagon R. Donny berharap pemerintah memperhatikan pula tren serta selera pasar Indonesia dalam membuat regulasi LCEV.

“Harapan kami, kalau melihat pangsa paling besar di Indonesia, kan, kendaraan tiga baris serta kendaraan-kendaraan yang harganya di bawah Rp 250 juta. Nah, bagaimana teknologi ramah lingkungan itu bisa diaplikasikan di mobil-mobil seperti ini. Sebelum yg lain ke sana kami sudah ke sana (dengan Ertiga diesel),” tandasnya.

Ertiga diesel sempat dipasarkan di Indonesia pada awal 2017 dengan cara diimpor utuh dari India. Namun, model tersebut saat ini sudah tidak dijual karena alasan strategi.

Ertiga diesel memanfaatkan teknologi mild hybrid yaitu aki berkapasitas sangat besar (12V 70 Ah) yang mampu membantu meringankan kerja mesin diesel D13A DOHC turbocharged VGT Diesel Direct Injection System (DDiS) saat berakselerasi. Efisiensi bahan bakarnya, berdasarkan tes di Balai Teknologi Termodinamika Motor dan Propulsi, mencapai 22,6 km/liter.

Kandidat kedua, Swift hybrid, sudah diperkenalkan sebagai mobil eksebisi dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, Agustus kemarin. Di dalam pameran tersebut, Suzuki juga melakukan riset untuk mengetahui tanggapan konsumen.

“Hasil survei secara detail tidak bisa sampaikan. Yang pasti, ternyata konsumen Indonesia sudah mulai mengapresiasi pengaplikasian teknologi hybrid seperti ini. Mereka tidak hanya mengajukan pertanyaan seputar bagaimana cara kerja dan sebagainya. Mereka justru banyak memberikan masukan ke kami bagaimana seharusnya sebuah mobil hybrid berdasarkan persepsi konsumen. Rasa penasaran cukup besar. Ini menarik. Artinya, teknologi ini dalam waktu dekat bisa jadi tren,” papar Donny lagi.

Model ketiga, Karimun Wagon R listrik, saat ini masih dalam tahap uji coba di Indonesia. Maruti Suzuki sudah membuat 50 unit untuk dijajal. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar