Mobil Otonom Akan Tingkatkan Aktivitas Seks di Jalan Raya

Berita Otomotif

Mobil Otonom Akan Tingkatkan Aktivitas Seks di Jalan Raya

LONDON – Studi terbaru memperkirakan bahwa mobil otonom bakal membuat aktivitas seks di jalan raya. Model bisnis pariwisata, khususnya  yang berhubungan dengan prostitusi dan perhotelan, dipercaya juga mengalami disrupsi akibat teknologi ini.

Sebuah laporan ilmiah yang dipublikasikan di jurnal Annals of Tourism Research, seperti diwartakan NBC News pada akhir pekan, meneliti mengenai bagaimana mobil otonom mempengaruhi industri pariwisata. Dengan adanya privasi di dalam kendaraan plus tidak dibutuhkannya lagi perhatian penumpang ke jalan, mobil otonom bakal membuat hubungan seks sembari bepergian semakin umum terjadi.

Sebanyak 60 persen warga Amerika Serikat sendiri diketahui pernah melakukan hubungan intim di dalam mobil. Mobil otonom kelak membuat aksi bercinta di dalam kendaraan tak perlu lagi dilakukan tergesa-gesa. Bahkan, mobil tanpa sopir tersebut dapat menjadi lokasi baru pariwisata seksual.

“Seks adalah bagian dari turisme urban dan komersialisasi seks pun menjadi bagian darinya. Jadi, peluang mobil otonom mengarahkan prostitusi, baik itu legal maupun ilegal, untuk terjadi di dalamnya amat mungkin,” kata Scott Cohen, Deputy Director of Research of the School of Hospitality and Tourism Management at the University of Surrey.

Meski begitu, Cohen memprediksi hubungan seks di dalam mobil otonom sepertinya tidak akan menjadi realita hingga 2040. Pariwisata seks di dalam mobil otonom sendiri bakal lebih mudah terjadi di negara dengan regulasi mobil otonom yang maju serta melegalkan praktik prostitusi.

“Seks, teknologi, dan privasi selalu terkait sangat dekat,” ujar Bryant Walker Smith, Assistant professor of Law University of South Carolina.

Bisnis Hotel dan Restoran
Perubahan model pariwisata seks hanya satu bagian dari laporan. Ada pula soal proyeksi terganggunya bisnis hotel, khususnya hotel kecil di pinggir jalan, karena kemudahan yang diberikan oleh mobil otonom.

Cohen mengatakan hotel-hotel ini nantinya terkena dampak negatif mobil tanpa sopir karena orang-orang bisa tidur sambil bepergian. Hanya hotel-hotel murah di luar kota yang relatif bisa bertahan.

Bisnis restoran berpotensi pula terdisrupsi karena perubahan perilaku turis. Para pelancong bisa jadi ingin makan di dalam mobil otonom yang mereka naiki, sambil menjelajahi lokasi-lokasi wisata. Lapangan pekerjaan yang terkait dengan sektor-sektor ini, pada akhirnya, dapat terganggu. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar