Shell Indonesia Gandeng Lemigas Dukung Biodiesel

Berita Otomotif

Shell Indonesia Gandeng Lemigas Dukung Biodiesel

JAKARTA – Shell Indonesia mendukung penggunaan bahan bakar biodiesel sebagai energi alternatif dan bekerja sama dengan Pusat Penelitian & Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB) Lemigas.

Biodiesel sendiri merupakan bahan bakar nabati yang dijadikan alternatif untuk menggantikan fosil sebagai sumber energi. Biodiesel memiliki sifat degradable (mudah terurai) dengan emisi lebih rendah dibandingkan fosil.

Hal ini tentunya membuat penggunaan biodiesel dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Indonesia telah memanfaatkan biodiesel sejak 2008 dan hingga saat ini terus berkembang baik volume, campuran hingga perusahaan yang terlibat.

“Sebagai perusahaan energi dunia, Shell senantiasa mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan strategi global Shell Powering Progress,” ucap Andri Pratiwa, Direktur Pelumas Shell Indonesia.

Perkembangan teknologi mesin, upaya pengurangan emisi GRK dan peningkatan ketahanan energi Indonesia, telah mendorong Pemerintah Indonesia, meningkatkan pemanfaatan biodiesel.

Melihat keberhasilan implementasi program B20, Pemerintah telah menerapkan kebijakan mandatori B30 (30 persen biodiesel dan 70 persen solar) sejak 2020.

“Pemerintah terus mendorong kesuksesan implementasi program B30, khususnya dalam memastikan semua BBM jenis minyak solar yang ada di dalam negeri, dicampur biodiesel sebesar 30 persen,” tutur Riesta Anggarani, Peneliti Bahan Bakar Lemigas dalam acara Shell ExpertConnect.
Shell Indonesia

Shell mengklaim telah menggunakan teknologi khusus yang bisa mengatasi kelemahan B30 selama ini. Hal ini telah terbukti di lapangan bahwa produk solarnya tetap melindungi mesin.

“Berdasarkan data dan pengalaman, Shell menganjurkan untuk menggunakan engine oil dengan standar API-CI4. Terbukti memiliki kemampuan lebih baik dalam mengatasi jelaga hasil pembakaran B30 atau lebih,” jelas Mohammad Rachman Hidayat, Shell Asia Pasific Product App Specialist.

Ia mengatakan bahwa API-CI4 memiliki soot handling lebih baik daripada engine oil monograde. Dengan penggunaan pelumas mesin standar, API-CI4 dapat melindungi piston lebih sempurna.

Shell Indonesia sendiri telah memasarkan bahan bakar biodiesel dengan menggunakan 30 persen bahan bakar nabati dengan nama V-Power Diesel. Produk ini juga telah mengantungi standar Euro 5 dengan kandungan sulfur ultra rendah (10 ppm). [Dew/Had]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar