Bus Sekolah, Awalnya dari Kereta Kuda dan Alasan Memilih Warna Kuning

Panduan Pembeli

Bus Sekolah, Awalnya dari Kereta Kuda dan Alasan Memilih Warna Kuning

JAKARTA – Di Indonesia bus sekolah mungkin baru sekitar 11 tahun dikenalkan, namun di Amerika Serikat, sejarah bus sekolah sudah cukup panjang sejarahnya.

Pada akhir abad 19, kebanyakan orang ke sekolah dengan berjalan kaki. Namun ada beberapa orang beruntung sehingga dapat berangkat ke sekolah menggunakan kereta kuda yang ketika itu dikenal sebagai Kid Hack.

Era Kid Hack

Kid hack mampu menampung hingga 20 anak dalam satu kali perjalanan ke sekolah dan sangat bermanfaat. Pintu masuk ke kereta diletakkan di bagian belakang agar anak-anak tidak menakut-nakuti kuda saat mereka masuk ke dalam gerbong kereta.

Tidak perlu waktu lama untuk membuat kid hack menjadi primadona transportasi anak di abad tersebut. Namun semakin banyaknya mesin membuat kuda yang menarik gerbing mulai beralih menjadi ke mesin.

Menariknya, mesin tetap diletakkan di depan, terpisah dari gerbong yang mengangkut anak. Hal ini agar sang pemilik bisa memanfaatkan mesin untuk keperluan lain bila sedang tidak menarik gerbing untuk anak-anak sekolah.

Wayne Works

Salah satu perusahaan yang menyediakan kid hacks adalah Wayne Works. Mereka pertama kali menerima pemesanan kid hacks pada tahun 1892 dari sebuah sekolah di Ohio. Ketika itu, mereka diminta untuk membuatkan sebuah gerbong yang bisa digunakan untuk beragam keperluan.

Hasilnya adalah bus sekolah yang masih menggunakan kuda sebagai penariknya. Ketika itu, kursi untuk para penumpangnya masih terbuat dari kayu.

Namun di tahun 1902, fasilitas produksi dari Wayne Works habis dilalap api sehingga memaksa mereka untuk melakukan semuanya dari awal. Menariknya, mereka membuat semuanya menjadi sama sekali berbeda dibanding sebelumnya.

Bus sekolah untuk pertama kalinya dikembangkan dengan menggunakan mesin. Pada tahun 1910, pengembangan selesai dan hadirlah bus sekolah bermesin pertama di dunia. Bus sekolah tersebut telah memiliki sasis sebuah kendaraan bermesin dan telah menggunakan kursi yang lebih nyaman.

Sayang, Wayne Works sudah tidak memproduksi bus sekolah lagi sejak 1990, namun tidak dapat dipungkiri bahwa inovasinya memberi dampak yang sangat luas.

Era Blue Bird Ford Model T

Saat ini, produsen bus sekolah terbesar di Amerika Seikat adalah Blue Bird Corporation. Perusahaan ini hadir pada akhir 1920an setelah Albert Laurence Luce, sang pemilik Blue Bird Corporation memutuskan untuk memproduksi bus dari Ford Model T.

Ide tersebut muncul di kepela Luce setelah salah seorang pelanggannya memesan untuk dibuatkan sebuah body dari kayu untuk Model T sehingga Ia dapat mengangkut para pekerja. Namun karena terbuat dari kayu, body tersebut tidak dapat bertahan lama.

Belajar dari kesalahan tersebut, Luce pun memutuskan untuk menggunakan baja sebagai panel dari body kendaraannya. Ia pun juga menggunakan kanvas yang bisa dinaikkan dan diletakkan di jendela. Ide ini adalah sebuah langkah besar dalam sejarah bus sekolah yang kemudian diikuti oleh sejumlah perusahaan lain.

Usulan Frank W.CYR dan Lahirnya Era Bus Sekolah Kuning.

Pada tahun 1939, Frank W. Cyr, seorang guru dan pemerhati pendidikan memutuskan untuk membuatkan sejumlah aturan khusus untuk produsen bus sekolah. Ia pun akhirnya menginisiasi konferesi pertama untuk transportasi sekolah.

Konferensi tersebut diikuti oleh berbagai penelitian yang Ia lakukan dan menunjukkan bahwa anak-anak di Amerika berangkat sekolah dengan beragam variasi bus serta tidak layak. Ia sangat kecewa dengan banyaknya warna, usia dan kondisi bus-bus sekolah yang ada ketika itu.

Konferensi tersebut didanai oleh Rockefeller Foundation dan dilakukan dalam ajang Teachers College di Columbia University. Dalam konferensi tersebut disepakati adanya 44 standard yang harus dimasukkan pada seluruh bus sekolah. Termasuk dimesin kendaraan itu sendiri. Hampir seluruh standard telah berubah tapi ada satu yang tak pernah diganti yaitu warnanya tetap kuning.

Pemilihan warna kuning bukanlah tanpa alasan. Warna kuning dengan huruf berwarna hitam diklaim dapat dengan mudah diterima oleh mata meski kondisi lingkungan di sekitarnya gelap.

Segera setelah standard tersebut diimplementasikan, sejumlah sekolah pun mulai membeli dan mengoperasikan jaringan mereka sendiri. Kini, jumlah pengguna bus sekolah meningkat jingga sekarang. Frank W. Cyr pun dinobatkan sebagai Bapak Bus Sekolah

Indonesia

Sementara itu di Indonesia, bus sekolah baru dikenalkan pada tahun 2007 di Jakarta sebagai salah satu bentuk program Pemerintah Daerah DKI Jakarta di bidang pendidikan. Aturannya tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat nomor SK.967/AJ.202/DRJD/2007 Tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Sekolah.

Dalam aturan tersebut, Pemerintah memberikan sejumlah standard yang harus dipenuhi sebuah bus sekolah. Sebut saja lebar dan tinggi pintu bus, warna serta fitur-fitur standard yang harus dipenuhi bus serta penumpang bus sekolah. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar