Saham Tesla Turun, Elon Musk Terlempar dari Takhta Orang Terkaya Dunia

Berita Otomotif

Saham Tesla Turun, Elon Musk Terlempar dari Takhta Orang Terkaya Dunia

NEW YORK CITY – Elon Musk harus turun dari takhta orang terkaya dunia karena nilai saham Tesla yang sedang drop.

Nilai saham Tesla, seperti dikutip dari Carscoops, terkoreksi 8,6 persen pada Senin (22/2/2021). Selama sepekan terakhir, nilanya sudah turun 15 persen.

Penurunan nilai saham Tesla pada Senin kemarin menjadi koreksi terparah dalam perdagangan satu hari sejak September 2020.

Di antara beberapa analisa penyebabnya adalah cuitan Musk di Twitter. Pada 20 Februari 2021, dia menulis harga mata uang kripto Bitcoin dan rivalnya Ether ‘memang terlihat sudah tinggi’ dan kemudian tertawa.

Ini membuat para investor Tesla cemas nilai Bitcoin turun. Pasalnya, pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat telah menanamkan modal yang amat banyak di sana.

Tesla Borong Bitcoin Rp 21 triliun

Cuitan Musk memang ditulis dua pekan setelah Tesla memborong Bitcoin sebanyak sekitar Rp 21 triliun. Tesla melakukannya demi mendorong profit perusahaan, juga sebagai rangkaian proses rencana menjadikan Bitcoin alat pembayaran untuk membeli model – model Tesla.

Karena nilai saham yang drop, kekayaan Musk sebagai Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Tesla sekarang pun juga berkurang dalam jumlah yang signifikan. Nilai aset total yang dimilikinya langsung hilang USD 15 miliar (Rp 211,30 triliun, USD 1 = Rp 14.086,75).

Jeff Bezos, Pendiri Amazon, akhirnya berada di daftar nomor satu orang terkaya di dunia lagi.

Perhatian kepada Tesla saat ini bukan hanya karena nilai saham yang mengecil. Pernyataan Oliver Zipse, CEO BMW, mengenai masa depan Tesla juga berhasil mendapatkan atensi.

Mobil Listrik Tesla Model 3

“Tidak mudah bagi Tesla untuk terus berada di kecepatan mereka sekarang karena seluruh industri kini sedang menuju ke sana dengan serius,” ujar dia, seperti dilaporkan Bloomberg baru-baru ini.

Tesla sendiri saat ini dikabarkan tertarik berinvestasi di Indonesia. Sektor yang ingin mereka masuki antara lain adalah Energy Storage System (ESS) atau, dalam bahasa sederhananya, ‘infrastruktur power bank’ raksasa yang bisa digunakan sebagai pemasok listrik dalam kondisi tertentu. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar