Tesla Tak Cuma Mau Bikin Pabrik di Indonesia, tapi juga Power Bank Raksasa

Berita Otomotif

Tesla Tak Cuma Mau Bikin Pabrik di Indonesia, tapi juga Power Bank Raksasa

JAKARTA – Tesla tak hanya ingin berinvestasi membangun pabrik di Indonesia. Mereka juga mengintip peluang membuat Energy Storage System, semacam power bank raksasa yang akan menyimpan dan menyuplai listrik dalam jumlah besar.

Diberitakan sebelumnya, pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat tersebut sudah menyerahkan proposal rencana investasi di Nusantara kepada Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Kedua pihak dijadwalkan mendiskusikan lebih dalam mengenai proposal tersebut pada pekan ini, dengan tanggal dan waktu yang tidak dirincikan.

Sejak akhir tahun lalu korporasi yang didirikan oleh orang terkaya dunia Elon Musk tersebut diketahui tertarik membangun pabrik baterai mobil listrik, menyusul produsen besar lain seperti CATL asal China dan LG Chemical asal Korea Selatan. Namun, niat mereka ternyata bukan itu saja.

Elon Musk, Pendiri Tesla dan Orang Terkaya di Dunia
Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto membeberkan bahwa Tesla menanamkan modal di bidang Energy Storage System. Menurut Seto, benda ini bisa diibaratkan seperti power bank raksasa.

“Ini mirip kayak battery power bank tapi ekstra besar. Kapasitasnya bisa puluhan megawatt. Kalau power bank kita, kan, paling 20 ribu watt tapi kalau ini bisa puluhan megawatt bahkan sampai 100 megawatt juga bisa,” papar dia dalam konferensi pers virtual yang disiarkan via YouTube kementerian pada Jumat (5/2/2021).

Energy Storage System atau power bank raksasa tersebut nantinya bisa menggantikan pembangkit – pembangkit tenaga listrik picker yang fungsi menyuplai tenaga listrik dalam periode tertentu saja, ketika pemakaian listrik di atas rata – rata pemakaian normal. Salah satu benefit penggunaan Energy Storage System adalah biaya pembuatannya yang lebih kecil.

Energy Storage System Tesla
“Jadi, daripada bikin pembangkit listrik baru, ya sudah pakai baterai listrik saja. Baterainya diisi kapan? Pada waktu periode-periode demand (penggunaan tenaga listrik) enggak terlalu tinggi,” jelas Seto.

Tesla sudah membangun Energy Storage System di ‘tetangga Indonesia’ yaitu Australia yang cukup sukses. Penggunaannya bahkan dipadukan dengan sumber energi terbarukan yang lagi – lagi cukup menarik.

“Mereka pengin banget kerja sama dengan Indonesia karena misalnya ini negara kepulauan yang memiliki banyak sumber energi terbarukan yang bisa dikombinasikan dengan Energy Storage System dan memberikan manfaat maksimal,” tutup Seto. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar