Rossi: Marquez Bagai Bodyguard Lorenzo

Berita Otomotif

Rossi: Marquez Bagai Bodyguard Lorenzo

VALENCIA - Valentino Rossi masih belum terima gelar yang seharusnya digenggamnya melayang ke tangan rekan setim sekaligus rivalnya, Jorge Lorenzo. Rossi pun kembali melayangkan tuduhan adanya konspirasi antara Marquez dan Lorenzo untuk membuatnya tidak jadi juara.

Rossi sendiri tampil impresif di MotoGP Valencia meski memulai start dari grid  paling belakang karena di akhir lomba The Doctor bisa finish di posisi ke-4. 

Tapi walaupun tampil menawan, gelar juara tetap tak mampu dia gapai karena dirinya finish di belakang Lorenzo, Marc Marquez dan Dani Pedrosa, tiga rider Spanyol yang mengisi podium. Lorenzo pun menjadi juara dunia setelah mengumpulkan 330 poin, sedangkan Rossi akhirnya hanya mampu mendulang 325 poin saja.

Melihat kenyataan itu, Rossi kembali melempar bola panas dan mengatakan kalau Marquez bagai bodyguard Lorenzo di lintasan.

"Hari ini semua orang telah melihat rencana mereka, ini membuat saya sedih dan hal itu sangat buruk untuk olahraga kami," kata Rossi di Motorsport.

"Saya tidak mengerti mengapa pembalap Honda membiarkan Yamaha untuk memenangkan (balapan). Saya berharap perilaku ini di lainn waktu akan berbalik melawan dia."

"Lorenzo adalah pembalap yang sangat baik, akan lebih baik bila bertarung di kondisi yang adil, tapi saya pikir bahkan dia tidak akan sangat senang telah menang seperti ini."

"Saya sedih bahwa Marquez bertindak sebagai pengawal untuk Lorenzo. Saya sudah mengatakannya pada hari Kamis, saya yakin bahwa mereka akan melaju ke depan, saya yakin mereka akan bersekongkol melawan saya, seperti yang terjadi dalam sepakbola(Rossi pernah menyebut Swedia dan Denmark diduga bersekongkol untuk menyingkirkan Italia dari Euro 2004)."

"Saya tidak tahu apakah Marquez melindungi Lorenzo karena keduanya Spanyol, tapi menyedihkan ketika ia memilih untuk menjadi pengawalnya."

"Lorenzo tidak pernah melakukan apa yang Marquez lakukan. Tapi untuk perilakunya setelah Malaysia (ketika ia berusaha untuk bergabung dengan proses pengadilan), dia layak untuk diperlakukan seperti Marquez."

"Saya sedih, kesempatan besar telah lenyap dan saya tidak layak diperlakukan seperti ini," lugasnya. [Syu/Idr]

Temukan motor idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter

 



Syubhan Akib

Syubhan Akib

Pria berkacamata yang mencintai dunia otomotif dan sangat suka memandang mobil klasik serta mempelajari sejarah otomotif dunia. Kemacetan adalah sahabat, kecepatan adalah kesukaan dan liburan akhir pekan adalah impian.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support