Penguasaan Pasar Mobil Jepang Mulai Terkikis Mobil China

Berita Otomotif

Penguasaan Pasar Mobil Jepang Mulai Terkikis Mobil China

JAKARTA – Penguasaan pasar pabrikan-pabrikan mobil Jepang di Indonesia mulai berkurang gara-gara performa pabrikan-pabrikan mobil China yang pesat meski baru masuk ke negeri ini sekitar setahun.

Pada 2017, pangsa pasar mobil-mobil Jepang, menurut pengurus Gabungan Industri Kendaraan  Bermotor Indonesia (Gaikindo), masih 98 persen dari total pasar yang mencapai 1.079.308 unit (wholesales). Sebanyak dua persen sisanya dibagi ke merek-merek mobil non-Jepang.

Akan tetapi, pada 2018, penguasaan pasar mobil-mobil asal ‘Negeri Sakura’ di tengah penjualan wholesales yang mencapai 1.151.291 unit (naik 6,67 persen year on year) mulai tereduksi. Meski demikian, mereka masih mendominasi pasar mobil Tanah Air dengan persentase yang sangat besar.

“Mobil Jepang pada 2017 memang kuasai 98 persen pasar. Pada 2018 angkanya kurang lebih menjadi 97 persen. Masih tetap dominan sekali, tapi sudah mulai sedikit terkikis oleh mobil-mobil China. Misalnya tiba-tiba saja sekarang Wuling sudah punya pangsa pasar lebih dari 1 persen,” jelas Jongkie D. Sugiarto, ketua I Gaikindo meladeni pertanyaan Mobil123.com dalam paparan proyeksi pasar mobil 2019 pada Kamis (24/1/2019) di Jakarta.

Sebagai informasi, pabrikan China baru eksis lagi di pasar roda empat Indonesia pada 2017 dengan masuknya Wuling plus Dongfeng Sokon (DFSK).  Wuling mendahului pergerakan dengan meluncurkan multi purpose vehicle (LMPV) Confero 1.5-liter pada Agustus, sedangkan DFSK baru bergerak di pasar kendaraan penumpang pada April 2018 dengan memperkenalkan sport utility vehicle (SUV) Glory 580.

Sebelum itu, keduanya membangun pabrik dulu di Indonesia selama dua tahun, sejak 2015. Pabrik Wuling berlokasi di Cikarang, Bekasi sementara pabrik DFSK ada di Serang, Banten.

Di tahun pertama, Wuling membukukan penjualan wholesales 5.050 unit berbekal satu model, berdasarkan data Gaikindo. Pada 2018, mereka meluncurkan lagi MPV Cortez 1.8-liter (Februari), Cortez 1.5-liter (April), serta Formo (November).

Distribusi kendaraan Wuling ke pasar terdongkrak menjadi 17.002 unit dan mereka berhasil merangsek masuk 10 besar merek terlaris di Indonesia. Mereka bahkan sudah memiliki lebih dari 90 dealer.

Adapun DFSK membukukan penjualan wholesales 1.222 unit pada 2018 berbekal Glory 580. Volumenya naik 668,6 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year) saat masih mengandalkan mobil pick up ringan Super Cab. DFSK ada di peringkat 18 merek mobil terlaris Indonesia dengan membangun sekitar 50 dealer.

Jongkie menganggap masih terlalu dini dan sulit untuk berpikir penguasaan pasar pabrikan China kelak mengungguli pabrikan Jepang. Pasar Indonesia masih akan tumbuh jauh lebih banyak dengan perkiraan penjualan mencapai 1.250.000 unit pada 2020, 2.100.000 unit pada 2030, 2.500.000 unit pada 2035.

“Mungkin pangsa pasar mobil-mobil Jepang akan termakan sedikit, tapi mereka juga tumbuh. Jadi kalau bicara volume, mereka akan terus naik juga,” tutup dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar