Quartararo Pikul Tekanan Besar, Kembali Salahkan Ban

Berita Otomotif

Quartararo Pikul Tekanan Besar, Kembali Salahkan Ban

ARAGON – Fabio Quartararo menjalani musim balapan tidak stabil yang kontras setiap serinya.

Ketika memulai MotoGP 2020, Quartararo membawa harapan besar untuk kembali melakukan gebrakan seperti musim lalu. Pembalap muda berbakat asal Perancis ini telah mengoleksi tiga kemenangan sejak awal musim.

Namun di balik kemenangannya tersebut, Quartararo menjalani balapan layaknya roller coaster. Prestasinya naik dan turun tanpa terkendali. Inkonsitensi rider Petronas Yamaha ini membuatnya kehilangan posisi puncak klasemen. Posisinya tergusur oleh Joan Mir dari tim Suzuki Ecstar akhir pekan lalu.

Setelah memenangkan balapan di Barcelona, Ia kembali menemui masalah di Le Mans dalam balapan di kondisi hujan. Quartararo hanya mampu finish kesembilan dan bernasib baik karena tidak tergusur oleh kompetitornya.

Menjalani balapan di Aragon, Quartararo memiliki keyakinan untuk bisa meraih kemenangan. Terlebih setelah dirinya meraih pole position dan mengalahkan seniornya di Yamaha. Namun apa yang terjadi berbanding terbalik.

Ia hanya mampu bertahan selama tiga lap. Kemudian dikatakan bahwa motornya kehilangan kendali sehingga satu-persatu pembalap menyingkirkannya. Tidak ada yang menyangka jika dirinya akan melintasi garis finish di posisi 18. Quartararo menyudahi balapan tanpa mencetak poin satupun.
Fabio Quartararo
“Hari ini adalah musibah dan bisa lebih parah lagi jika Mir memenangkan balapan, Maverick Vinales kedua dan Andrea Dovizioso ketiga. Kami mencoba berpikir positif karena Joan finish di belakang dua Alex,” ucap Quartararo usai lomba dan dikutip oleh Crash.net.

Quartararo menyebut bahwa pada balapan kali ini, Ia memikul tekanan yang besar dari ban. Ia enggan disebut bahwa mentalnya jatuh karena besarnya tekanan dari kompetitornya di luar sana. Sebagai pembalap muda, rider asal Perancis ini dianggap kehilangan motivasi untuk memenangkan balapan.

“Tekanannya bukan di saya, karena memimpin klasemen tapi tim ini baru lahir tahun kemarin. Musim ini adalah tahun kedua saya dan sekarang saya berada di tim satelit. Tekanannya ada pada pembalap pabrikan, jadi saya merasa baik-baik saja. Hanya saja balapan kali ini sangat berat dengan beberapa masalah teknis,” tutur Quartararo.

Menurutnya masalah yang dihadapi di Aragon, adalah ban depan yang tidak bisa diatur. Hingga saat ini tim Petronas dikatakan masih mencari sumber masalah dari motor Quartararo tentunya. Untuk diketahui, Ia menggunakan kombinasi ban depan dan belakang kompon soft. Pilihan yang sama dengan dua pembalap Suzuki Ecstar.

Berbeda dengan Vinales yang memilih ban depan medium dan belakang soft. Pencapaian Vinales dan Morbidelli yang merupakan rekan satu timnya. Pembalap berumur 21 tahun ini dikatakan masih harus banyak belajar dari pengalaman. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar