Perawatan Rutin Power Steering

Panduan Pembeli

Perawatan Rutin Power Steering

JAKARTA - Dengan perawatan tepat, kerusakan power steering dapat diminimalisir sehingga dipastikan terhindar dari kerusakan parah yang banyak makan biaya. 

Salah satu fitur penting pada mobil adalah power steering. Seperti kita ketahui, fitur ini bekerja dalam satu  kesatuan sistem yang berfungsi untuk meringankan memutar stir. Saat ini sistem ini dapat bekerja sesuai kebutuhan, ringan saat digunakan parkir, berangsur berat seusai dengan peningkatan kecepatan agar mobil mudah dikendalikan.

Power steering terbagi atas dua sistem. Pertama adalah hidrolis dengan sistem fluida (oli) dan kedua sistem Electric Power Steering (EPS) yang banyak diterapkan oleh mobil terkini. 

Berbicara sistem, power steering hidrolis hingga saat ini populasinya masih sangat banyak. Namun banyak pengguna mobil yang tidak benar-benar memperhatikan bagaimana cara menggunakan dengan benar juga merawatnya.

Ada beberapa cara yang harus dilakukan agar power steering dapat bekerja maksimal. Hal ini diungkapkan oleh Raka B Ferdyanza selaku Direktur bengkel spesialis power steering, Piranti Strindo Utama.

"Banyak hal yang harus diperhatikan terutama saat penggunaan. Seperti yang paling umum adalah jangan belok terlalu patah, jangan parkir saat stir mobil dalam kondisi belok," jelas Raka.

Kenapa hal tersebut jangan terus dilakukan adalah untuk menjaga sirkulasi tekanan fluida pada sistem power steering. Selain cara penggunaan, juga ada cara perawatan mudah dan tejangkau agar power steering dapat bekerja maksimal serta jarang rusak. 

"Pemilik mobil bisa melakukan perawatan power steering dengan melakukan kuras dan vakum sekaligus mengganti olinya. Biaya yang kami kenakan untuk perawatan ini sangat terjangkau Rp 180 ribu sudah termasuk jasa dan oli," jelas Raka.

Pria ramah ini juga menambahkan, perawatan power steering ini cukup dilakukan satu tahun sekali. Pemilik mobil juga dapat memeriksa kondisi komponen-komponen yang ada seperti pompa, selang-selang, karet boot steer hingga belt untuk memastikan masih dalam kondisi layak. 

"Sebaiknya jangan baru ke bengkel jika sudah terasa berat pada steer atau sudah terjadi kebocoran. Karena dalam kondisi demikian kemungkinan besar kerusakan sudah merambat ke mana-mana dan pastinya memakan banyak biaya," tutup Raka. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support