Jakarta PSBB Transisi, Jualan Mobil di Juni 2020 Bisa Naik Sedikit

Berita Otomotif

Jakarta PSBB Transisi, Jualan Mobil di Juni 2020 Bisa Naik Sedikit

JAKARTA – Pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menuju masa ‘new normal’ di Jakarta diyakini bisa sedikit membuat penjualan mobil pada Juni 2020 lebih baik daripada sebulan sebelumnya yang hancur-hancuran.

Mulai 5 Juni 2020 hingga akhir bulan tersebut, Ibu Kota memasuki masa transisi fase I new normal atau hidup normal dengan norma-norma baru di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). PSBB yang berlangsung sejak 10 April, walau belum dihapuskan, mendapatkan berbagai kelonggaran yang disertai dengan protokol Covid-19.

Di antaranya adalah diperbolehkannya kembali aktivitas perkantoran per Senin (8/6/2020), termasuk seluruh dealer maupun bengkel mobil. Mal-mal pun dapat buka lagi mulai 15 Juni mendatang.

Jakarta dan sekitarnya masih menjadi kontributor utama penjualan mobil di Nusantara. Para eksekutif pabrikan di berbagai kesempatan wawancara kerap menyebut area ini menyumbang lebih dari 30 persen transaksi jual – beli roda empat di Tanah Air.

Harold Donnel, Head of 4W Brand Development & Marketing Research PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS), pun menilai PSBB transisi di Ibu Kota bisa berdampak positif bagi pasar otomotif nasional, khususnya mobil baru, di tengah pandemi karena kembali bergeraknya ekonomi. Penjualan roda empat di Tanah Air yang hancur-lebur pada April maupun pada Mei bisa menunjukkan perbaikan pada Juni.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sendiri sudah merevisi target penjualan mobil 2020 gara-gara pandemi. Angka 1,050 juta unit, tak jauh beda dari tahun lalu, dikoreksi menjadi hanya 600 ribu unit.

“Dengan lebih bergeraknya kegiatan ekonomi (karena PSBB transisi), pastinya juga akan berimbas pada seluruh pasar termasuk pasar otomotif. Walaupun kita enggak bisa pungkiri pasar otomotif ini bukanlah yang utama dicari orang-orang pada saat pandemi,” papar Harold dalam Diskusi Virtual Forum Wartawan Otomotif (Forwot) akhir pekan lalu.

Fokus masyarakat, tambah Harold, akan lebih banyak kepada kesehatan dan bagaimana menjaga kehidupan diri mereka. Mereka akan menyimpan uang untuk berjaga-jaga memiliki likuiditas keuangan yang cukup seandainya ada apa-apa.

Harapan untuk pasar, menurut Harold, ada pada mereka yang kemudian merasa membutuhkan kendaraan karena benar-benar tidak mau berdesak-desakan di transportasi umum dan memperbesar potensi tertular virus Covid-19. Namun, lagi-lagi, itu tergantung ketahanan serta kondisi perekonomian mereka.

5 Persen Sudah Bagus
Karena itulah, kalau pun transaksi jual – beli naik, angkanya dipercaya tak bakal banyak. Harold memprediksi persentase kenaikan penjualan mobil pada Juni ini satu digit angka, jika dibandingkan dengan Maretnya.

“Kalau bisa naik sekitar 5 persen pada Juni ini juga sudah bagus. Tapi, sekali lagi, kita harus lihat dulu finalnya seperti apa pada Juni. Suzuki sendiri akan berusaha sekuat mungkin mengatrol dan membantu pasar otomotif untuk bisa berkembang,” tukasnya.

Sekadar mengingatkan, pada April, penjualan mobil secara retail (dari dealer ke konsumen) hanya 24.300 unit atau turun 59 persen ketimbang Maret. Untuk penjualan wholesales (pabrik ke dealer) angkanya malah hanya 7.900 atau turun 89 persen.

Data penjualan Mei secara utuh belum dirilis Gaikindo. Akan tetapi, prediksinya adalah lebih rendah lagi dari April. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar