Pengamat: Mobil Nasional Masih Jauh

Berita Otomotif

Pengamat: Mobil Nasional Masih Jauh

JAKARTA - Mimpi Indonesia untuk memiliki mobil nasional membutuhkan usaha yang tidak kecil. Tantangan terhitung sangat besar. Hal itu tak lain adalah karena otomotif adalah industri sarat teknologi.

Banyaknya teknologi terkini yang dibutuhkan membuat Indonesia dianggap telah ketinggalan puluhan tahun dibanding negara-negara maju. "Brasil saja yang sama-sama negara berkembang tapi sedikit lebih maju dari kita belum punya. Thailand juga," kata pengamat otomotif nasional, Wisnu Guntoro Adi.

Dia lalu memaparkan, banyaknya teknologi yang terkandung di sebuah mobil membutuhkan dana besar bagi pengusaha lokal untuk membangun mobil-mobil yang benar-benar bisa disebut sebagai mobil nasional.

"Contoh kecil, mesin stamping atau mesin cetak body. Itu kelihatannya sepele, tapi mesin itu tidak ada yang murah. Belum lagi chassis," tambahnya.

Pabrikan-pabrikan besar, lanjut Wisnu, memiliki keunggulan teknologi. Selain alat produksi, berbagai teknologi otomotif sudah dimiliki oleh pabrikan.

"Contoh termudah airbag. Kalau pabrikan besar ingin memasangkan airbag di model barunya, dia tinggal pasang. Atau immobilizer, pabrikan tinggal pasang dan bisa --bahkan-- tanpa meningkatkan harga jual," papar Wisnu.

Itu baru berbicara mengenai produksi mobil saja. Belum lagi ketika kita berbicara mengenai masalah bisnisnya. Rata-rata biaya untuk membuka sebuah dealer itu, menurut Wisnu,  sekitar Rp 35 miliar. Untuk menjadi juara di Indonesia setidaknya harus menyamai Toyota yang punya 200an dealer.

"Nah, hitung saja Rp 35 miliar dikali 200, siapa pengusaha lokal yang mau biayai. Padahal merek-merek Amerika saja yang bisa dibilang tidak ada kekurangannya tidak terlalu sukses di sini."

Berbeda halnya bila kita berbicara mengenai target Indonesia sebagai basis produksi. Ini bisa dilakukan, seperti yang sudah dilakukan oleh Thailand.

"Jadi harus dibedakan antara mobil nasional dengan mobil rakitan. Kalau mobil nasional bisa dibilang masih jauh. Tapi kalau mobil rakitan sudah kita lakukan sejak tahun 70an," lugas Wisnu sambil mencontohkan Esemka. [Syu/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123.
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter.



Syubhan Akib

Syubhan Akib

Pria berkacamata yang mencintai dunia otomotif dan sangat suka memandang mobil klasik serta mempelajari sejarah otomotif dunia. Kemacetan adalah sahabat, kecepatan adalah kesukaan dan liburan akhir pekan adalah impian.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual