Nissan X-Trail Stop Produksi, Semua Materi Promosi Harus Dimusnahkan

Berita Otomotif

Nissan X-Trail Stop Produksi, Semua Materi Promosi Harus Dimusnahkan

BANGKOK - Nissan Motor Thailand menghentikan produksi X-Trail, mereka juga mengharuskan dealer memusnahkan atau membuang materi promosi setelah stok habis terjual.

Ternyata bukan cuma Nissan X-Trail, Nissan Thailand juga akan menghentikan produksi dari Teana dan juga sedan kompak Sylphy. Protokolnya juga sama, begitu stok habis di dealer, semua materi promosi yang terkait pada keduanya harus dimusnahkan.

Beberapa media di Thailand menyebutkan bahwa 3 model tersebut tidak diproduksi lagi karena tidak sesuai lagi dengan fokus Nissan Thailand di masa depan. Karena fokus produksi akan ke arah mobil subcompact, city car dan mobil listrik.

Nissan Motor Thailand sendiri tetap bertanggung jawab pada X-Trail, Teana dan Sylphy. Yakni tetap menjamin memberikan layanan purna jual seperti service dan sparepart.

Sayangnya Nissan Motor Thailand tidak mau memberikan komentar serta merinci strategi mereka selanjutnya. Hanya menyebut jika model lain akan tetap dijual di Thailand.

"Kami tidak memberikan komentar seputar strategi kami," kata pihak Nissan.

nissan x-trail stop produksi di thailand
Bagi yang mengamati industri otomotif Thailand, tiba-tiba menghentikan produksi dari 3 produk sekaligus masuk dalam kejadian luar biasa. Namun pengamat lokal setempat mengatakan jika langkah Nissan Motor Thailand tersebut tidak terlalu mengejutkan.

Pertama, di Thailand memiliki pasar utama double cabin atau pickup bukan SUV atau crossover. Jadi secara market, Nissan X-Trail tidak cocok di sana. Sementara untuk pasar Asia Tenggara seperti Indonesia dan Filipina, X-Trail didatangkan langsung dari Jepang bukan Thailand.

Kedua, penjualan Teana dan Sylphy di Thailand tidak memiliki perkembangan yang baik alias kurang laku. Apalagi dari sisi model terutama Sylphy, disebut sudah menua.

Selain itu, menurut Pisit Rangsaritwutikul, president of the Thailand Automotive Institute (TAI), perubahan startegi Nissan disebut wajar dalam menyikapi perkembangan yang ada. Strategi produksi ini akibat resesi ekonomi yang terjadi karena dampak pandemi Covid-19.

"Saya tidak terkejut dengan berita tersebut. Perusahaan pasti sudah mempertimbangkan dengan cermat model mobil apa yang akan diproduksi untuk memenuhi kebutuhan di berbagai negara," jelasnya. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar