Nissan-Renault Yakin Mobil Autopilot akan Jadi Megatrend

Berita Otomotif

Nissan-Renault Yakin Mobil Autopilot akan Jadi Megatrend

BARCELONA – Perkembangan teknologi bakal semakin massif. Mobil pun akan bisa bergerak sendiri ke tujuan tanpa dikemudikan manusia. Teknologi autopilot atau Autonomous Drive menurut Renault-Nissan akan menjadi megatrend di masa depan.

"Semua pembuat mobil sedang mengembangkan teknologi ini karena akan membuat mobil lebih aman," kata Chairman dan CEO Renault Nissan Alliance Carlos Ghosn.

"Ini akan datang dalam gelombang," tambahnya.

Karena itulah, aliansi yang dibangun Renault dan Nissan diakuinya tengah mengembangkan pula teknologi ini. Dalam beberapa tahun ke depan teknologi ini diperkirakan sudah bisa dinikmati.

Gelombang pertama akan datang pada 2016 mendatang dengan wujud sebuah fitur yang bisa melakukan stop-and-go saat jalan macet tanpa intervensi pengendara. Sementara gelombang kedua akan datang pada tahun 2018 dengan kemampuan untuk berjalan sendiri di jalan raya tanpa dikemudian, termasuk untuk mengubah jalur. Gelombang ketiga akan menampilkan teknologi yang memungkinkan mobil untuk bisa berkendara sendiri di perkotaan yang sulit secara mandiri. 

Tapi, Ghosn mengatakan, pengemudi akan tetap memegang kendali di kemudi dan memiliki pilihan untuk menggunakan teknologi saat yang tepat.

Salah satu rintangan potensial yang mungkin mereka temui adalah peraturan yang berbeda-beda di tiap negara. Untuk itu, mereka kini tengah bekerja sama dengan pemerintah di seluruh dunia.

Selain kecanggihan fitur, mobil masa depan Renault Nissan diperkirakan akan mengutamakan teknologi listrik. Mobil listrik menurut Ghosn baik untuk semua orang.

"Kami tidak menganggap bahwa orang lain yang membuat mobil listrik adalah pesaing. Kami menganggap mereka sekutu," ujar Ghosn. 

"Karena pertempuran hari ini bukan siapa yang akan memiliki pangsa terbesar dari bisnis mobil listrik. Ini tentang berapa banyak perusahaan yang akan bergabung dalam mempromosikan transportasi nol-emisi," paparnya.

Hambatan utama penerimaan yang lebih luas pada mobil listrik adalah infrastruktur, baterai yang masih mahal dan jarak jelajah. Bila itu sudah diatasi maka harga mobil listrik diperkirakan akan bisa ditekan.

"Anda tidak akan bisa memenuhi peraturan emisi di sebagian besar negara tanpa teknologi nol-emisi," kata Ghosn. "Tidak mungkin." [Syu/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Syubhan Akib

Syubhan Akib

Pria berkacamata yang mencintai dunia otomotif dan sangat suka memandang mobil klasik serta mempelajari sejarah otomotif dunia. Kemacetan adalah sahabat, kecepatan adalah kesukaan dan liburan akhir pekan adalah impian.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual