Mobil Perdesaan Dijual Mulai Oktober, Kelak Bisa Disewa juga

Berita Otomotif

Mobil Perdesaan Dijual Mulai Oktober, Kelak Bisa Disewa juga

JAKARTA - Penjualan mobil perdesaan, yang disebut juga sebagai Alat Mekanis Multiguna Perdesaan (AMMDes), targetnya dijual mulai Oktober. Selain penjualan, model bisnis dengan cara penyewaan juga sedang dipikirkan.

AMMDes, menurut Reiza Tristanto selaku Presiden Direktur PT. Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI), kini sedang menunggu pengurusan penerbitan produk mereka di dalam e-catalogue. Dengan demikian, penjualan pertama menyasar Kementerian Lembaga dan Perangkat Daerah (KLPD).

E-Catalogue AMMDes ditargetkan rampung Oktober. Dengan demikian, penjualan resmi baru terjadi pada bulan itu.

“Hari ini yang nyatakan minat sudah banyak. Tapi resminya nanti ketika e-catalogue kami sudah tayang. Sekitar Oktober targetnya,” ucap dia usai konferensi pers ‘AMMDes Digimodz’ pada Senin (5/8/2019) di Jakarta.

Sekadar mengingatkan, AMMDes merupakan kendaraan yang dibuat dengan tujuan utama membantu usaha perdesaan, bukan alat angkut orang. Kini, sudah ada 10 varian untuk 10 aplikasi usaha dengan harga off-the-road mulai Rp 70 - 140 juta-an tergantung varian.

Produksinya diserahkan kepada KMWI di pabrik Cileungsi dengan kapasitas produksi sementara 4.000 unit per tahun dan penjualan diserahkan pada PT. Kreasi Mandiri Wintor Distribusi. Keduanya turut dimiliki oleh PT. Astra Otoparts.

Sebelum resmi dijual, KMWD menjalin kerja sama pilot project dengan berbagai pihak. Ada pula perusahaan yang sudah membelinya untuk Corporate Social Responsibility.

Penjualan retail (individu) sayangnya masih cukup jauh. KMWD, menurut Reiza, pada tahun pertama penjualan akan terlebih dahulu menyebar jaringan penjualan dan layanan purnajual, baik servis maupun suku cadang.

“Sekarang KMWD sedang proses untuk terus membangun jaringan. Kami, kan, Grup Astra yang sudah ada jaringan. Jadi sebagian akan pakai itu. Pakai jaringan yang sudah ada. Salah satunya milik Astra Otoparts,” aku Reiza.

Penyewaan
Harjanto, Direktur Jendral Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian menambahkan bahwa pihaknya bersama semua pemangku kepentingan juga sedang memikirkan model penyewaan. Mereka juga menggodok kerja sama dengan perusahaan pembiayaan.

“Ini (penyewaan), kan, bisa jadi unit bisnis baru di desa-desa. Di kota misalnya sudah ada penyewaan MPV untuk transportasi. Di desa juga bisa buat model seperti itu untuk AMMDes. Misalnya punya 10 - 15 unit dengan varian macam-macam nanti ada mau pakai bisa sewa,” tukas dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar