Mitsubishi Xpander Kini Tidak Lama Waktu Indentnya

Berita Otomotif

Mitsubishi Xpander Kini Tidak Lama Waktu Indentnya

BEKASI – Mitsubishi Xpander kini sudah tidak terlalu lama lagi waktu indentnya.

Tercatat, waktu indent Mitsubishi Xpander kini hanya sekitar dua bulanan. Waktu ini jauh lebih singkat dibandingkan dengan saat awal peluncurannya yang indentnya bisa mencapai empat bulan.

“Pada bulan Juli ini kami perkirakan jumlah yang sudah disupply hampir mencapai 60 ribu unit sementara jumlah indent dari pertama pelucuran mencapai 80 ribu unit. Sisanya tidak akan terlalu lama, mungkin tinggal menunggu sekitar 2 bulanan,” ungkap Imam Choeru Cahya, Head of Sales and Marketing PT MMKSI.

Singkatnya waktu indent tersebut dikarenakan kapasitas produksi pabrik Mitsubishi di Bekasi sudah ditingkatkan hingga 10 ribu unit per bulan. Dari jumlah tersebut, 75 persen digunakan untuk memenuhi pasar domestik sementara sisanya dikirimkan ke beberapa negara di Asia Tenggara.

Waktu tunggu yang semakin singkat tersebut pun diharapkan dapat menjaga permintaan masyakat terhadap Mitsubishi Xpander. Hal ini karena Mitsubishi sadar bahwa ada beberapa pelanggan yang akhirnya memutuskan untuk membatalkan pemesanan kendaraan karena lamanya waktu indent tersebut.

“Ada (yang membatalkan pemesanan), khususnya saat Lebaran kemarin. Mereka akhirnya memutuskan membatalkan pemesanan karena memang mobilnya akan digunakan untuk mudik,” tambahnya.

Mitsubishi Xpander saat ini adalah mobil andalan Mitsubishi di Indonesia. Dan Mitsubishi berencana untuk meluncurkan varian baru mobil tersebut di ajang Gaikindonesia Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018.

Tidak ada detail resmi terkait varian baru tersebut, namun berdasarkan informasi dari salah seorang tenaga penjual, varian tersebut adalah Mitsubishi Xpander GLS bertransmisi otomatis. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar