Mitsubishi Triton Disukai Pengusaha Tambang Karena Murah Perawatannya

Berita Otomotif

Mitsubishi Triton Disukai Pengusaha Tambang Karena Murah Perawatannya

JAKARTA – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (PT MMKSI) mengklaim bahwa perawatan Triton lebih murah dibanding kendaraan lain di kelasnya.

Hal ini disampaikan oleh Irwan Kuncoro Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI di sela-sela pemuncuran Mitsubishi Triton. Ia menjelaskan bahwa hematnya biaya perawatan menjadi nilai lebih yang menjadikan pasar Indonesia tertarik.

“Biaya perawatan berkala dari 10.000 KM hingga 100.000 KM, biaya perawatan Mitsbishi Triton lebih hemat sebesar 14 persen dibanding kompetitirnya. Ini menjadi nilai tambah dan selling point dari Mitsubishi Triton,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Ia juga menegaskan bahwa Mitsubishi telah mengembangkan layanan after sales yang cukup matang sehingga membuat pelanggan, khususnya pelanggan fleet menjadi tenang. Kendaraan bisa dimaksimalkan potensinya sehingga operasional perusahaan tidak terganggu.

“MMKSI memberikan pelatihan mekanik di seluruh wilayah Indonesia untuk melatih mekanik fleet agar mampu melakukan perbaikan dan perawatan kendaraan. Sehingga kendaraan operasional dapat terus bekerja secara optimal. Kami juga berupaya untuk menyediakan spare part sehingga memperingkat waktu service kendaraan yang pada akhirnya meningkatkan keuntungan perusahaan fleet,” tambahnya kemudian.

Kemudahan-kemudahan tersebut sangat diperhatian oleh MMKSI karena mereka sadar bahwa saat ini penjualan Mitsubishi Triton lebih banyak dari sektor fleet dibandingkan retail. Dengan memperkuat pelayanan fleet maka diharapkan Mitsubishi Triton dapat menjadi pemimpin di segmennya.

“Komposisi market Triton adalah 90 persen dari fleet seperti di mining, oil, gas dan sebagainya. Sedangkan untuk private itu hanya sekitar 10 persen dari total penjualan. Untuk hobi, terturama komunitas dan lain-lain memang pasarnya masih kecil,” pungkasnya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar