Mitsubishi Fuso Belum Kejar Pasar Ekspor

Berita Otomotif

Mitsubishi Fuso Belum Kejar Pasar Ekspor

MEDAN – Mitsubishi Fuso menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih lebih fokus untuk mengerjakan pasar domestik ketimbang pasar ekspor.

Hal ini disampaikan oleh Duljatmono, Direktur Sales dan Marketing PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors. Ia pun mengatakan bahwa saat ini mereka lebih fokus untuk memenuhi permintaan dalam negeri yang masih belum stabil

“Saat ini kami belum ada rencana ekspor, jadi masih memenughi potensi permintaan pasar domestik yang sudah drop dari tahun 2013 hingga 2016. Saat ini sudah mulai recover karena saat ini permintaan kendaraan komersial mencapai yang tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jadi kami akan fokus ke sana,” tuturnya.

Ia pun menambahkan bahwa untuk melakukan ekspor, perlu langkah pendahuluan yang harus ditempuh, tidak bisa langsung dilakukan. Perlu ada persetujuan khusus dari principal Fuso sehingga pihaknya memastikan hingga tahun 2019, tidak bisa melakukan ekspor.

“Eskpor adalah sesuatu yang harus mendapat persetujuan dari pihak Pricipal. Ke depan kami akan berupaya untuk melakukan ekspor, tapi untuk tahun 2019 ini masih belum akan dilakukan,” tegasnya kemudian.

Peningkatan di sektor logistik

Ia pun menambahkan bahwa saat ini potensi pasar untuk kendaraan niaga akan mulai terbantu dengan mulai kembalinya pasar logistik di Indonesia. Dengan adanya tol trans Jawa yang sudah rampung digunakan, permintaan di sektor tersebut diyakini akan meningkatkan permintaan kendaraan niaga.

“Secara rasio, komposisi permintaan yang terbesar adalah untuk logisti. 50 persen dari permintaan kendaraan niaga adalah untuk keperluan logistik. Namun dua tahun belakangan demandnya tidak kuat. Pasarnya tidak bertumbuh dan tidak menjadi pendorong meski secara rasio masih besar. Jadi ada potensi untuk tumbuh di 2019,” tuturnya.

Meski demikian, pertumbuhan tersebut harus didukung oleh dua hal utama. Pertama adalah perusahaan logistik yang berkembang dan kedua adalah komitmen Pemerintah untuk meningkatkan perekonomian.

“Di tahun 2019, dengan adanya tol trans Jawa tentu akan memudahkan aliran angkutan barang logistik ke arah lebih baik. Ini bisa didorong dari perusahaan yang sudah mulai berkembang maupun program Pemerintah untuk meningkatkan aktivitas perekonomian,” pungkasnya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support