Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Berita Otomotif Mitsubishi: Aliansi dengan Renault dan Nissan Bisa Oleng Tanpa Ghosn Mitsubishi: Aliansi dengan Renault dan Nissan Bisa Oleng Tanpa Ghosn Berita Otomotif Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 21 November 2018 14:20 TOKYO – Mitsubishi menilai aliansi mereka dengan Renault dan Nissan bisa sulit dikelola tanpa Carlos Ghosn, yang ditangkap oleh otoritas hukum Jepang karena dugaan manipulasi data.Seperti diketahui, Ghosn pada Senin (19/11/2018) ditangkap Kejaksaan Distrik Tokyo (Tokyo District Public Prosecutors Office). Pembentuk aliansi Renault-Nissan Mitsubishi ini diduga memberikan laporan pendapatan palsu kepada Bursa Saham Tokyo serta menyalahgunakan aset Nissan Motor Corporation (NMC) untuk kepentingan pribadi.Nissan maupun Mitsubishi pun kini sedang berdiskusi untuk mencopot Ghosn dari posisinya sebagai Chairman of the Board serta Representative Director di kedua perusahaan. Renault bahkan sudah menunjuk pengganti sementara Ghosn di jabatan Chairman of the Board plus Chief Executive Officer (CEO) yang sebelumnya ia pegang.Osamu Masuko, CEO Mitsubishi Motors Corporation, merasa bahwa sinergi antara ketiga merek besar ini kemungkinan berjalan dengan amat sulit di masa depan tanpa Ghosn. Masuko menganggap Ghosn sebagai sosok pemersatu. Artikel terkait Carlos Ghosn Resmi Dipecat, Bukan Lagi Bos Besar Nissan Berita Otomotif 30 May 2023 Nissan juga Diincar Otoritas Hukum Jepang Terkait Kasus Carlos Ghosn Berita Otomotif 22 November 2018 Nissan Ingin Kontrol Lebih Besar dalam Aliansi dengan Renault-Mitsubishi Berita Otomotif 22 November 2018 “Saya pikir tak ada orang lain di muka bumi ini yang seperti Ghosn dan bisa mengatur Renault, Nissan, Mitsubishi (secara bersamaan),” ucap pria yang pernah bertugas di Indonesia pada akhir 1990-an ini kepada Reuters pada Selasa (20/11/2018).Masalah terpelik, menurut Masuko, ada pada kompatriot Mitsubishi asal Prancis yakni Renault. Permasalahannya adalah Ghosn merupakan CEO di sana.“Problem yang langsung muncul adalah, di saat kami berdua (Nissan dan Mitsubishi) masih punya orang di pucuk pimpinan, tidak demikian halnya dengan anggota aliansi ketiga,” tandas dia, mengacu pada Renault.Aliansi terbentuk setelah Renault mengakuisisi 43,4 persen saham Nissan pada akhir 1999 dan menyelamatkan pabrikan asal Jepang ini dari kebangkrutan hanya dalam beberapa tahun. Di sisi lain, Nissan pun memiliki 15 persen saham Renault, tanpa hak suara dalam voting.Anggota aliansi bertambah pada 2016. Dengan Ghosn sebagai otaknya, Nissan mengakuisisi 34 persen saham Mitsubishi, kemudian menyelamatkan pabrikan berlogo tiga berlian itu dari kesulitan keuangan akibat skandal pemalsuan data konsumsi bahan bakar di ‘Negeri Sakura’. Karena kegemilangannya, Ghosn sampai dijuluki ‘Mr. Fix It’ serta ‘The Cost Killer’.Ketiganya pun mulai menyatukan sumber daya produksi maupun rantai suplai demi mencapai skala ekonomi terbaik sembari melahirkan produk-produk baru. Di Indonesia, hasilnya adalah low multi purpose vehicle (LMPV) Nissan yang menggunakan produksi Mitsubishi Xpander plus diproduksi di pabrik Mitsubishi Cikarang, Bekasi. Produk ini dipastikan meluncur pada 2019. [Xan/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait Carlos Ghosn ditangkap mitsubishi Carlos Ghosn Mitsubishi Motors Corporation Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Cetak Insan Akbar Reporter Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri. Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Mitsubishi: Aliansi dengan Renault dan Nissan Bisa Oleng Tanpa Ghosn Berita Otomotif Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 21 November 2018 14:20 TOKYO – Mitsubishi menilai aliansi mereka dengan Renault dan Nissan bisa sulit dikelola tanpa Carlos Ghosn, yang ditangkap oleh otoritas hukum Jepang karena dugaan manipulasi data.Seperti diketahui, Ghosn pada Senin (19/11/2018) ditangkap Kejaksaan Distrik Tokyo (Tokyo District Public Prosecutors Office). Pembentuk aliansi Renault-Nissan Mitsubishi ini diduga memberikan laporan pendapatan palsu kepada Bursa Saham Tokyo serta menyalahgunakan aset Nissan Motor Corporation (NMC) untuk kepentingan pribadi.Nissan maupun Mitsubishi pun kini sedang berdiskusi untuk mencopot Ghosn dari posisinya sebagai Chairman of the Board serta Representative Director di kedua perusahaan. Renault bahkan sudah menunjuk pengganti sementara Ghosn di jabatan Chairman of the Board plus Chief Executive Officer (CEO) yang sebelumnya ia pegang.Osamu Masuko, CEO Mitsubishi Motors Corporation, merasa bahwa sinergi antara ketiga merek besar ini kemungkinan berjalan dengan amat sulit di masa depan tanpa Ghosn. Masuko menganggap Ghosn sebagai sosok pemersatu. Artikel terkait Carlos Ghosn Resmi Dipecat, Bukan Lagi Bos Besar Nissan Berita Otomotif 30 May 2023 Nissan juga Diincar Otoritas Hukum Jepang Terkait Kasus Carlos Ghosn Berita Otomotif 22 November 2018 Nissan Ingin Kontrol Lebih Besar dalam Aliansi dengan Renault-Mitsubishi Berita Otomotif 22 November 2018 “Saya pikir tak ada orang lain di muka bumi ini yang seperti Ghosn dan bisa mengatur Renault, Nissan, Mitsubishi (secara bersamaan),” ucap pria yang pernah bertugas di Indonesia pada akhir 1990-an ini kepada Reuters pada Selasa (20/11/2018).Masalah terpelik, menurut Masuko, ada pada kompatriot Mitsubishi asal Prancis yakni Renault. Permasalahannya adalah Ghosn merupakan CEO di sana.“Problem yang langsung muncul adalah, di saat kami berdua (Nissan dan Mitsubishi) masih punya orang di pucuk pimpinan, tidak demikian halnya dengan anggota aliansi ketiga,” tandas dia, mengacu pada Renault.Aliansi terbentuk setelah Renault mengakuisisi 43,4 persen saham Nissan pada akhir 1999 dan menyelamatkan pabrikan asal Jepang ini dari kebangkrutan hanya dalam beberapa tahun. Di sisi lain, Nissan pun memiliki 15 persen saham Renault, tanpa hak suara dalam voting.Anggota aliansi bertambah pada 2016. Dengan Ghosn sebagai otaknya, Nissan mengakuisisi 34 persen saham Mitsubishi, kemudian menyelamatkan pabrikan berlogo tiga berlian itu dari kesulitan keuangan akibat skandal pemalsuan data konsumsi bahan bakar di ‘Negeri Sakura’. Karena kegemilangannya, Ghosn sampai dijuluki ‘Mr. Fix It’ serta ‘The Cost Killer’.Ketiganya pun mulai menyatukan sumber daya produksi maupun rantai suplai demi mencapai skala ekonomi terbaik sembari melahirkan produk-produk baru. Di Indonesia, hasilnya adalah low multi purpose vehicle (LMPV) Nissan yang menggunakan produksi Mitsubishi Xpander plus diproduksi di pabrik Mitsubishi Cikarang, Bekasi. Produk ini dipastikan meluncur pada 2019. [Xan/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait Carlos Ghosn ditangkap mitsubishi Carlos Ghosn Mitsubishi Motors Corporation Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi
Nissan juga Diincar Otoritas Hukum Jepang Terkait Kasus Carlos Ghosn Berita Otomotif 22 November 2018
Nissan Ingin Kontrol Lebih Besar dalam Aliansi dengan Renault-Mitsubishi Berita Otomotif 22 November 2018
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...