Mercedes Bus Masih Persiapan Buat Menyambut Bis Listrik di Indonesia

Berita Otomotif

Mercedes Bus Masih Persiapan Buat Menyambut Bis Listrik di Indonesia

JAKARTA — Bus listrik saat ini menjadi salah satu pilihan kendaraan umum ramah lingkungan, bebas polusi, dan tidak bising seperti mesin diesel konvensional pada umumnya.

Kendati demikian PT Daimler Vehicle Commercial Indonesia (DVCI) sebagai salah satu produsen mengaku masih harus banyak melakukan persiapan untuk menghadirkan bus listrik.

Hal tersebut agar bus listrik dapat berjalan tanpa ada masalah saat mulai beroperasi, terlebih kondisi cuaca dan infrastruktur di Indonesia berbeda dengan negara yang sudah banyak mengoperasikan bus listrik.

Faustina, Head of Product & Marketing PT DVCI pun mengatakan bahwa sebenarnya mereka punya beragam bus listrik yang bisa dibawa ke Indonesia dan cocok dengan karakter angkutan umum di Jakarta seperti Busway.

“Rencana pasti ada, karena dari Daimler Global juga memiliki produk seperti eCitaro untuk bus perkotaan dan Juni kemarin Daimler meluncurkan eActross untuk heavy duty segmen,” katanya, Rabu (9/11/2021).

Bus listrik eCitaro punya peluang masuk ke Indonesia karena bentuk dan tampilannya dinilai sesuai dengan keinginan masyarakat pengguna transportasi umum khususnya di Jakarta dan kota penyangga Ibu Kota lainnya.

Tetapi, masih menurut Faustina, Mercedes masih butuh waktu panjang untuk menghadirkan bus listrik eCitaro karena mempertimbangkan infrastruktur dan kesiapan kendaraan akan cuaca di Indonesia.

“Untuk menyiapkan bus listrik itu sendiri kami membuat rencana jangka panjang dengan menyiapkan dari hulu ke hilir. Terutama kami siapkan infrastruktur seperti charging station. Negara ini merupakan negara tropis maka fokus kami ke Air Conditioning karena harus menyala terus dan cuaca di atas 30 derajat agar bisa kami atur kemampuan A/C tersebut,” ujar Faustina. 

Di luar itu, PT DVCI disebut sangat mendukung program bus listrik untuk menggantikan bus berbahan bakar solar. Dengan produk yang tersedia seperti eCitaro, Faustina mengatakan mungkin saja ke depannya bus Mercedes bisa berganti menjadi bus listrik sepenuhnya, terutama untuk angkutan Transjakarta. 

Secara spesifikasi, eCitaro punya kemampuan jelajah hingga 200 km dari pengisian awal hingga baterai habis. Pilihan baterainya pun beragam seperti Solid-State Battery yang jadi solusi untuk daya baterai besar dengan jarak tempuh lebih jauh dan juga disebut lebih baik dibandingkan baterai Lithium-ion. (AP/Dms)




Berita Utama


Komentar