Menperin Permudah Investor Otomotif Masuk Indonesia

Berita Otomotif

Menperin Permudah Investor Otomotif Masuk Indonesia

JAKARTA - Menteri Perindustrian Saleh Husin berkonsentrasi untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal otomotif. Demi memberi peluang tumbuhnya industri komponen, Saleh Husin berjanji akan memberikan kemudahan masuknya investor dari luar membangun pabriknya di Indonesia dengan syarat menggalang kemitraan dengan pemain lokal.

"Masih cukup banyak komponen otomotif yang belum diproduksi di Indonesia, padahal beberapa bahan bakunya sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Banyak industri komponen di Thailand dan Jepang, tentu kami minta agar mereka masuk ke Indonesia," kata Menperin Saleh Husin dalam keterangan resmi kepada Mobil123.

Sementara itu, melalui rencana revisi kesepakatan Indonesia Jepang Economics Partnership Agreements (IJEPA), Kemenperin juga tengah menyiapkan sejumlah parameter agar Manufacture Industry Developments Center (MIDEC) sebagai bagian dari kesepakatan tersebut bisa lebih efektif untuk mengembangkan industri dalam negeri, termasuk tentunya industri komponen otomotif.

Oleh karena itu, perlu upaya ekstra keras dari pelaku industri yang didukung dari berbagai pihak, termasuk dari pemerintah untuk menghasikan sinergi yang lebih kuat. Selain kerjasama dengan investor dari luar, kerjasama yang kuat antara pelaku industri komponen dengan produsen mobil perlu lebih didorong. Perlu dukungan iklim yang kondusif dari kebijakan pemerintah untuk mendorong kemitraan antara pelaku industri otomotif dengan pelaku industri komponen.

Sinergi Membangun Komponen Lokal

Seperti dikemukakan oleh Warih Andang Tjahjono, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), untuk membangun strategi pure komponen lokal, joint venture adalah salah satu pilihan terbaik, terutama untuk menumbuhkan industri komponen di tingkat tier II dan III. Kerjasama ini diperlukan pelaku industri tier II dan III yang sebagian besar adalah pelaku industri kelas menengah dan kecil. Kerjasama ini sangat diperlukan agar pelaku tier I dan II mendapat akses kepada perusahaan komponen yang lebih besar atau tier I.

"Tidak bisa berdiri sendiri-sendiri, cara paling mudah tentu saja dengan joint venture. Industri hulu harus dimulai dengan kerjasa sama dengan para pemegang industri tersebut,” katanya.

Menurut Warih, pengalaman TMMIN selama ini yaitu upaya kemitraan yang dilakukan dengan pelaku industri komponen di tier II dan III cukup memberikan dampak terhadap kemampuan mereka untuk memenuhi kualitas standard Toyota. Saat ini, 70% dari komponen sebuah kendaraan yang diproduksi TMMIN berasal dari para supplier dan 30% sisanya diproduksi sendiri oleh TMMIN.

"Ini menunjukkan bahwa para supplier memiliki peranan penting bagi TMMIN dalam memproduksi kendaraan  baik untuk pasar domestik maupun ekspor," ucap Warih. Oleh karena itu, ke depan TMMIN akan berupaya meningkatkan dan memperluas kerjasama tersebut, antara lain melalui Toyota Manufacturers Club (TMC). Melalui lembaga ini, TMMIN bisa melakukan transfer ilmu pengetahuan terhadap pelaku industri komponen agar bisa lebih efisien dengan kualitas produk yang bisa diterima oleh standar Toyota. [Ikh/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter 



M Ikhsan

M Ikhsan

Pria ini sangat menyukai dunia otomotif karena sudah menjadi bagian hidupnya sejak kecil. Seperti para jurnalis otomotif lainnya, saya suka‬ pekerjaan yang mendetail dan suka dengan aktivitas outdoor yang penuh tantangan. Impian saya adalah mengoleksi supercar Italia, meski sekarang hanya bisa mengoleksi die cast. Tapi saya percaya suatu saat nanti, satu supercar akan terparkir di garasi rumah. ‎


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support