Mobil123.com
Aplikasi Mobil123.com
Prediksi Harga Kendaraan Anda
4.4
33,336

Masalah pada Mobil Akibat Hujan Deras dan Solusinya

Panduan Pembeli

Masalah pada Mobil Akibat Hujan Deras dan Solusinya

JAKARTA - Dampak cuaca ekstrem, terutama hujan deras, sering kali menimbulkan sejumlah masalah pada mobil. 

Dari wiper yang tidak berfungsi hingga aki yang mati, mobil rentan mengalami kendala yang mengganggu kenyamanan dan keamanan saat berkendara di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat. 

Namun, dengan pemahaman yang baik tentang masalah-masalah yang mungkin muncul dan langkah-langkah pencegahan yang tepat, pengemudi dapat mempersiapkan diri secara optimal dan mengatasi tantangan yang dihadapi ketika hujan deras menghampiri.

Berikut Mobil123 jelaskan masalah yang mungkin timbul akibat hujan deras, seperti dilansir Hankook Tire & Technology beserta solusi untuk persoalan tersebut.

Wiper Mobil Tidak Berfungsi

Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor yang umum terjadi pada musim hujan, seperti ausnya karet wiper, kotoran yang menumpuk pada sistem engkol, atau penggunaan kabel penggerak yang sudah usang. 

Ketika karet wiper aus, ia kehilangan daya gesekan yang diperlukan untuk membersihkan kaca mobil dengan efektif. 

Kotoran yang menumpuk pada sistem engkol juga dapat mengganggu pergerakan wiper, sehingga membuatnya tidak berfungsi dengan baik. 

Selain itu, penggunaan kabel penggerak yang sudah usang dapat menyebabkan gangguan pada sistem wiper secara keseluruhan.

Untuk mengatasi masalah ini, langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan. Pertama, adalah penting untuk memeriksa kondisi wiper secara rutin, terutama sebelum musim hujan tiba. 

Selanjutnya, jika diperlukan, sekring wiper perlu diganti dengan yang baru. Penggunaan air wiper yang berkualitas dan sesuai dengan spesifikasi mobil juga penting untuk menjaga kinerja wiper. 

Selain itu, mengganti karet wiper secara berkala, biasanya setiap enam bulan sekali, dapat membantu memastikan bahwa wiper tetap efektif dalam membersihkan kaca mobil, terutama saat musim hujan tiba. 

Dengan melakukan langkah-langkah ini secara teratur, Anda dapat mencegah terjadinya masalah pada wiper mobil saat musim hujan.

Aki Mobil Mati

Masalah aki mobil mati pada musim hujan seringkali disebabkan oleh beberapa faktor yang terkait dengan perubahan cuaca. 

Saat suhu udara menurun dan kelembaban meningkat, aki mobil harus bekerja lebih keras, terutama ketika mesin dihidupkan. 

Selain itu, penggunaan komponen tambahan seperti lampu kabut, unit AC, sound system, dan wiper juga menyebabkan aki mengkonsumsi lebih banyak tenaga, yang pada gilirannya dapat mengurangi kapasitas aki secara drastis. Hal ini membuat aki lebih rentan mati pada musim hujan.

Untuk mengatasi masalah ini, langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan. Pertama, penting untuk memeriksa kondisi aki mobil sebelum berkendara, terutama jika akan melakukan perjalanan jauh atau ke luar kota. 

Selain itu, batasi penggunaan aki jika sudah berusia 2-3 tahun atau telah menempuh jarak 50.000 KM, karena aki yang sudah tua cenderung memiliki kapasitas yang berkurang dan lebih rentan mati. 

Dengan melakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala, Anda dapat mencegah terjadinya masalah aki mati saat musim hujan, sehingga dapat menjaga keandalan mobil Anda saat sedang dalam perjalanan.

Kaca Mobil Berembun

Masalah berembunnya kaca mobil seringkali terjadi saat cuaca dingin atau hujan, karena kondisi tersebut memicu terbentuknya embun di permukaan kaca. 

Selain itu, kelembaban dalam kabin mobil juga dapat menjadi penyebab embun, terutama karena partikel air yang terbawa masuk melalui sistem pendinginan udara AC. 

Sebelum embun mengganggu visibilitas dan keamanan saat berkendara, penting untuk melakukan servis AC secara berkala setiap tiga bulan. 

Hal ini bertujuan untuk mencegah terbentuknya embun dengan memastikan bahwa sistem pendinginan udara AC berfungsi optimal.

Salah satu cara lain untuk mencegah embun adalah dengan memanfaatkan fitur resirkulasi udara pada mobil. 

Fitur ini memungkinkan udara dari luar dialirkan ke dalam kabin tanpa mengubah suhu AC, sehingga mengurangi kemungkinan terbentuknya perbedaan suhu yang dapat menyebabkan embun di kaca mobil. 

Dengan melakukan langkah-langkah ini secara rutin, Anda dapat mengatasi masalah embun pada kaca mobil dan menjaga visibilitas serta keamanan saat berkendara, terutama dalam kondisi cuaca yang kurang menguntungkan.

Rem Tidak Pakem

Masalah rem yang tidak pakem saat berkendara di atas permukaan jalan basah seringkali terjadi karena adanya air yang terjebak di antara kampas rem dan cakramnya. 

Hal ini dapat mengganggu kontak antara kedua komponen tersebut dan mengurangi responsivitas sistem pengereman. 

Untuk mencegah kondisi ini, penting untuk melakukan perawatan rutin pada mobil, terutama pemeriksaan dan penggantian minyak rem setiap mobil telah menempuh jarak sekitar 40.000 kilometer.

Dengan memastikan minyak rem dalam kondisi optimal, sistem pengereman akan tetap berfungsi dengan baik bahkan dalam kondisi jalan basah.

Risiko Mengalami Aquaplaning

Selain itu, ban yang sudah aus juga dapat menjadi penyebab masalah pengereman yang tidak efektif.

Ban yang aus dapat mengurangi traksi, sehingga menyulitkan mobil untuk berhenti dengan baik, terutama dalam kecepatan tinggi. 

Untuk memeriksa keausan ban, pengendara dapat memanfaatkan simbol Tread Wear Indicator (TWI) yang terdapat pada ban. 

Jika kembang ban telah mencapai segitiga TWI, menandakan batas keausan yang diperbolehkan telah tercapai, maka sebaiknya ban segera diganti untuk menjaga kinerja pengereman dan keselamatan saat berkendara. 

Dengan melakukan perawatan dan penggantian komponen yang tepat pada waktu yang tepat, masalah pengereman yang tidak pakem dapat diatasi dan keamanan berkendara dapat dipertahankan.

Aquaplaning terjadi ketika ban mobil kehilangan kontak dengan permukaan jalan karena adanya genangan air, yang mengakibatkan hilangnya traksi dan ketidakstabilan kendaraan. 

Fenomena ini terjadi ketika tebal genangan air di jalan dan kecepatan mobil tinggi, sehingga alur ban tidak mampu mengalirkan air dengan efektif. 

Untuk mengurangi risiko aquaplaning, disarankan untuk menghindari kecepatan tinggi di atas 60 km/jam saat hujan. 

Selain itu, penting untuk memeriksa kondisi ban secara teratur, karena ban yang botak atau aus akan sulit menyalurkan air dengan baik, menyebabkan kurangnya traksi dan kesulitan dalam pengereman. 

Dengan mengurangi kecepatan dan memastikan kondisi ban yang baik, risiko aquaplaning dapat diminimalkan, sehingga keselamatan saat berkendara dalam kondisi hujan dapat dipertahankan.

Teknologi Hankook Ventus Prime 4

Masalah aquaplaning saat hujan karena ban Hankook, khususnya Ventus Prime 4, dilengkapi dengan teknologi evakuasi air yang baik. 

Teknologi ini bertujuan untuk membantu mengurangi risiko aquaplaning dengan meningkatkan sistem pembuangan air dari permukaan ban. 

Aquaplaning terjadi ketika ban mobil kehilangan kontak dengan permukaan jalan karena adanya genangan air, sehingga ban tidak lagi mampu membuang air dengan efektif dan kehilangan traksi. 

Dengan teknologi evakuasi air yang unggul, ban Ventus Prime 4 dapat membantu menjaga stabilitas kendaraan dan mengurangi risiko aquaplaning saat berkendara di jalanan basah, sehingga meningkatkan keselamatan pengemudi.

“Salah satu jenis ban unggulan kami, Ventus Prime 4,  terdapat teknologi evakuasi air yang sangat baik dengan arah melintang. Teknologi ini membantu mencegah aquaplaning dengan peningkatan sistem pembuangan air. Sebagai ban Ultra High Performance, Ventus Prime 4 juga dilengkapi dengan teknologi senyawa kompon (High Mileage Compound) yang mampu meningkatkan jarak tempuh," jelas National Sales Manager PCR (Passenger Car Radial) PT. Hankook Tire Sales Indonesia, Apriyanto Yuwono dalam keterangan persnya.

Kesimpulan

Hujan deras dapat menyebabkan sejumlah masalah pada kendaraan, termasuk penurunan kinerja wiper yang bisa mengganggu visibilitas, matinya aki mobil karena beban tambahan dan suhu yang lebih rendah.

Kemudian embun pada kaca yang mengurangi visibilitas, rem menjadi tidak pakem karena air terjebak di antara kampas rem dan cakramnya, serta risiko aquaplaning yang meningkat karena genangan air di jalan.

Beberapa solusi singkat untuk mengatasi masalah yang timbul akibat hujan adalah memeriksa dan merawat secara rutin sistem wiper dan aki mobil, melakukan service AC untuk mencegah embun di kaca, memeriksa dan mengganti minyak rem secara berkala, serta memastikan kondisi ban yang cukup tebal untuk mencegah aquaplaning.



Tutus Subronto

Tutus Subronto

Editor

Head of Media Content iCar Asia Indonesia. Email: tutus.subronto@icarasia.com


Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang