Lorenzo: Rossi Sedang Frustasi

Berita Otomotif

Lorenzo: Rossi Sedang Frustasi

VALENCIA - Jorge Lorenzo percaya bahwa komentar-komentar yang dilontarkan oleh Valentino Rossi adalah bentuk frustasi The Doctor karena tidak bisa mendapat gelar juara dunia MotoGP 2015. Terlebih, musim ini kemungkinan adalah tahun terakhir di mana Rossi bisa menang.

Rossi sendiri di MotoGP 2015 memimpin klasemen balap sepanjang 17 balap, tapi harus merelakan gelar juara direbut Lorenzo setelah Lorenzo menang di MotoGP Valencia. Rossi akhirnya hanya mengumpulkan 325 poin, dan Lorenzo 330 poin.

Karena hal itu, Rossi tidak bisa menggenapi raihan gelar juara yang sudah dia dapat sepanjang karirnya. Rossi tercatat sudah memenangkan gelar juara di kelas 125 cc (1 kali), 250 cc (1 kali), 500 cc (1 kali) dan 6 kali MotoGP, 2 kali bersama Honda dan 4 kali bersama Yamaha.

Karena itu, rasa frustasi Rossi bisa dimengerti oleh Lorenzo karena menurutnya tahun ini adalah kesempatan terakhir Rossi untuk meraih gelar ke-10.

"Sudah jelas ada rider muda yang lebih cepat dari dia, dan statistik membuktikannya," kata Lorenzo di Motorsport.

"(Dia) sedikit frustasi karena tidak memiliki kecepatan yang akan memungkinkan dia untuk memenangkan balapan, dan hadir di Valencia dengan keunggulan lebih besar."

"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tapi mungkin, seperti itu akan terjadi pada saya, ini adalah kesempatan terakhirnya untuk menjadi juara dunia."

"Semua kontroversi ini dan komentar tidak akan terjadi jika Valentino secepat Marc dan saya, dan jika ia telah memenangkan lebih balapan."

"Dengan sedikit lebih kecepatan dan konsistensi, dan tanpa melihat yang terjadi di Sepang, ia akan tiba di Valencia dengan keunggulan yang besar dan ia akan memenangkan gelar dengan mudah."

"Itu tidak terjadi dan dia tahu, dia telah membiarkan kesempatan untuk memenangkan gelar ke-10 pergi, dan itu tidak mudah untuk diterima."

Lorenzo yang akhirnya memenangkan gelar MotoGP ketiganya dengan keunggulan lima poin pun tidak memiliki keraguan bahwa dia memang layak mendapat mahkota itu.

"Pada akhir hari, pemenangnya adalah satu orang dengan poin terbanyak, itulah cara kejuaraan bekerja," katanya.

"Tapi Anda juga harus melihat bagaimana musim ini telah berlangsung, kecepatan, statistik, dan menunjukkan orang-orang bahwa kita layak mendapat titel dan itulah mengapa kita harus menahan kepala kita tinggi-tinggi dan menikmatinya sebanyak yang kita bisa." [Syu/Idr]

Temukan motor idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Syubhan Akib

Syubhan Akib

Pria berkacamata yang mencintai dunia otomotif dan sangat suka memandang mobil klasik serta mempelajari sejarah otomotif dunia. Kemacetan adalah sahabat, kecepatan adalah kesukaan dan liburan akhir pekan adalah impian.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support