Komponen Toyota Dipasok dari Industri Kecil dan Menengah Klaten

Berita Otomotif

Komponen Toyota Dipasok dari Industri Kecil dan Menengah Klaten

KLATEN - Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melakukan kontribusi nyata pada Industri Kecil dan Menengah (IKM) dengan mempercayakan Koperasi Batur Jaya yang berada di Ceper, Klaten, Jawa Tengah menjadi salah satu pemasok komponen mereka.

Terobosan yang dilakukan TMMIN ini sendiri sudah direncanakan secara matang dan terukur. Karena sejak 2016, Koperasi Batur Jaya yang mewadahi 155 industri logam di Ceper sudah dibina dengan tanggung jawab serta pengawasan dari TMMIN.

Fokus pembinaan sendiri meliputi 3 hal yang paling fundamental. Seperti Penguatan fondasi struktur industri, Pengembangan sumber daya manusia yang berkarakter industri dan Kontrol/Pengawasan Kualitas dan hasilnya kemudian dianggap layak masuk rantai pasok komponen TMMIN.

“Akselerasi Koperasi Batur Jaya menjadi pemasok industri otomotif berstandar global bukan melalui perjalanan mudah. Pelatihan dan pendampingan dengan metode yang tepat, rekonstruksi ulang standardisasi Toyota serta bantuan mesin produksi, membawa koperasi Batur Jaya memenuhi persyaratan tinggi dari sisi kualitas, produktivitas, teknologi, dan kontinuitas suplai," ungkap Warih Andang Tjahjono, Presiden Director TMMIN.

Koperasi Batur Jaya sendiri akan memasik 200 cylinder sleeve per bulan produksi ke supplier lapis 1 TMMIN yaitu PT TPR Indonesia. Cylinder sleeve ini selanjutnya dipergunakan oleh PT TPR Indonesia sebagai alat bantu dalam memproduksi piston ring untuk TMMIN.

Dalam kesempatan ini Warih mengakui bahwa mengubah industri kecil menengah bukan perjalanan yang mudah, terutama mind-setnya. Menurutnya, pembinaan terhadap industri kecil di Ceper hingga mampu masuk rantai pasok TMMIN dilakukan sejak 2016.

Warih juga berharap agar Koperasi Batur Jaya dan industri kecil menengah terus meningkatkan kemampuannya memasok produk yang berstandar tinggi. 

"Proses tidak instan dan kerja keras yang konsisten ini menunjukkan semangat pantang menyerah dari IKM otomotif di Indonesia. Ke depan daya saingnya harus ditingkatkan, kualitas produk dan daya saing harganya,” jelas Warih.

Dan terobosan ini tentunya juga menjadi salah satu langkah untuk membuat industri otomotif nasional yang kompetitif. Hal ini bisa terwujud dengan kebutuhan rantai pasok yang kuat dan SDM berkualitas menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan IKM.

"Karenanya kami ingin dapat berkontribusi nyata salah satunya melalui pengembangan IKM otomotif. Untuk itu, kami juga memberi perhatian khusus pada program-program pengembangan SDM dengan mendukung sekolah-sekolah vokasi baik di Ceper maupun di tingkat nasional melalui Program Vokasi Pendidikan Kementerian Perindustrian,” ujar Bob Azam Direktur Administrasi, Korporasi, Hubungan Eksternal, & CSR TMMIN. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar