Jalan Tol Cinere – Jagorawi Seksi 2 Mulai Beroperasi, Tarif Masih Gratis

Berita Otomotif

Jalan Tol Cinere – Jagorawi Seksi 2 Mulai Beroperasi, Tarif Masih Gratis

JAKARTA – Pembangunan konstruksi Jalan Tol Cinere – Jagorawi (Cijago) Seksi 2 ruas Bogor – Kukusan sepanjang 5,5 Km sudah mencapai 100 persen.

Tol ini pun sudah mulai di operasikan secara umum pada Sabtu (28/9/2019) dini hari pukul 00.00 WIB. Meski sudah dioperasikan, jalan tol ini masih digratiskan karena untuk penentuan tarif masih dilakukan kajian.

“Sebelum resmi dibuka untuk umum, ruas tol ini telah lolos uji kelaikan. Sehingga, masyarakat aman untuk dapat menggunakan ruas tol tersebut. Untuk penentuan tarif tol nya sendiri masih menunggu surat keputusan yang diberikan oleh bapak Menteri PUPR Basuki Hadimuljono,” terang Danang Parikesit, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR.

Jalan Tol Cijago seksi II yang dibangun di wilayah Kota Depok ini merupakan bagian dari jaringan jalan tol nasional khususnya Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2. Nantinya, jalan tol ini akan terhubung dengan ruas tol Cijago Seksi I (Jagorawi – Raya Bogor) sepanjang 3,7 Km.

Setelah Seksi 1 dan 2 sudah tersambung dan beroperasi sepenuhnya, akan memangkas intensitas jarak dan waktu kendaraan dari Jagorawi menuju ke Kota Jakarta dan Depok. Kehadiran jalan tol ini diyakini dapat mengurai kemacetan pada Jalan Margonda, Jalan Juanda, kawasan Kukusan dan Jalan Raya Bogor menuju ke Jagorawi.

Jalan Tol Cijago sepanjang 14,7 Km dibangun oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Translingkar Kita Jaya yang terbagi menjadi tiga seksi. Tol Cijago Seksi 1 sepanjang 3,70 Km dimulai dari interchange Jagorawi hingga ke Jalan Raya Bogor dan telah beroperasi. Selanjutnya Seksi 2 sepanjang 5,5 Km dari Jalan Raya Bogor hingga Kukusan dan Seksi 3 dari Kukusan ke Cinere sepanjang 5,5 Km yang ditargetkan selesai pada tahun 2020. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar