Isuzu Prediksi Covid-19 ‘Hantui’ Indonesia Hingga 2023, Ini Strategi Mereka

Berita Otomotif

Isuzu Prediksi Covid-19 ‘Hantui’ Indonesia Hingga 2023, Ini Strategi Mereka

JAKARTA – Menurut Isuzu, virus Covid-19 mungkin masih mengancam Indonesia sampai 2023. Demi menghadapinya, mereka pun mempersiapkan empat strategi.

Pabrikan asal Jepang itu, sebut Marketing Division Head PT. Isuzu Astra Motor Indonesia Attias Asril, memproyeksikan seluruh masyarakat di negeri ini baru selesai divaksinasi sekitar pertengahan 2023. Jadi, sampai saat itu, Covid-19 masih membayangi perekonomian dan khususnya industri otomotif.

“Skenario kami, pasar sampai beberapa tahun ke depan tetap akan mengecil, menantang, tapi mudah-mudahan tidak akan turun sampai seperti tahun lalu (2020). Jadi, walaupun perlahan, kami tetap berharap pasar bakal tetap lebih baik dari tahun lalu,” terang Aat, sapaan akrabnya, dalam diskusi virtual bersama Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) baru-baru ini.

medium pickup Isuzu Traga

Sekadar mengingatkan, Covid-19 diumumkan masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020. Limitasi mobilitas pertama, yang bernama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dilakukan pada awal April sampai akhir semester pertama.

Setelah itu, ada pelonggaran-pelonggaran. Tapi, ‘rem darurat’ beberapa kali ditarik sampai akhir tahun.

Pasar mobil nasional terjerembab amat dalam gara-gara Covid-19. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa penjualan wholesales (distribusi pabrik ke diler) pada 2020 anjlok 48,5 persen dibandingkan setahun sebelumnya, dari 1.032.000 unit menjadi 532.407 unit.

Adapun penjualan retail (distribusi diler ke konsumen) terjun bebas 44,7 persen, dari 1.045.717 unit menjadi 578.762 unit.

Gaikindo menargetkan penjualan mobil nasional pada 2021 mencapai sekurang-kurangnya 750 ribu unit.

Lebih lanjut, dalam proyeksi Isuzu, pemerintah Indonesia tidak akan pernah menerapkan pembatasan sosial total alias lockdown di tengah gangguan Covid-19 sampai 2023. Regulator bakal melakukan pembatasan mobilitas ketat dan pelonggaran secara bergantian seperti telah dilakukan sejak 2020.

“Buka-tutup-buka-tutup situasinya sampai 2023. Lalu pada akhirnya kita akan hidup dengan endemic (dari pandemi) Covid-19,” tandas Aat.

Empat Strategi Isuzu

Truk Isuzu Giga

Sebagai respons dari skenario di atas, Isuzu bakal melaksanakan empat strategi sampai 2023.

Strategi Isuzu pertama, seperti dipaparkan oleh Aat, adalah terus mencari dan memanfaatkan setiap celah serta peluang di pasar.

Kedua, mengatur dan mengorganisasikan sumber daya manusia secara cermat dan hati-hati agar tetap sehat. Ketiga, meningkatkan ketersediaan layanan purnajual maupun kompetitivitasnya.

Strategi terakhir ialah melakukan digitalisasi di berbagai aspek dengan sigap.

Kondisi ekonomi sendiri, menurut Isuzu dalam diskusi virtual, sudah membaik sehingga penjualan mereka meningkat 49 persen pada Januari-Juli 2021 jika dibandingkan periode yang sama pada 2020, yaitu dari 9.211 unit menjadi 13.760 unit.

Isuzu masih menempati peringkat ketujuh merek mobil terlaris di Indonesia (mobil penumpang+mobil niaga). Pangsa pasar mereka pada Januari-Juli 2021 mencapai 3 persen, dari sebelumnya 2,8 persen. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar