Insentif PPnBM Berpotensi Lanjut, Harga Mobil Mungkin Masih Turun pada 2022

Berita Otomotif

Insentif PPnBM Berpotensi Lanjut, Harga Mobil Mungkin Masih Turun pada 2022

TANGERANG – ‘Diskon’ Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dari pemerintah, yang menurunkan harga jual mobil baru, kemungkinan masih bisa dinikmati pada 2022.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, ketika menemani Presiden Joko Widodo berkunjung ke Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021, membeberkan insentif PPnBM yang mereka berikan kepada para pabrikan roda empat berpotensi dilanjutkan tahun depan.

“Tadi Bapak Presiden menyampaikan bahwa program PPnBM DTP (Ditanggung Pemerintah—Red) yang akan berakhir pada Desember 2021 bisa saja dievaluasi. (Untuk diperpanjang) bisa saja,” ujar dia dalam pameran yang berlangsung pada 11-21 November kemarin di Serpong, Tangerang itu.

Sekadar mengingatkan, kebijakan yang beberapa kali direvisi sepanjang 2021 tersebut terbagi menjadi dua kategori. Pertama adalah insentif PPnBM 100 persen pada Maret-Desember bagi mobil-mobil 1.500 cc ke bawah yang dirakit di dalam negeri dengan komponen lokal minimal 60 persen.

Mitsubishi Xpander facelift di GIIAS 2021

Kedua ialah insentif PPnBM 50 persen atau 25 persen (tergantung jenis sistem penggerak roda) pada April-Desember bagi mobil-mobil rakitan dalam negeri berkapasitas 1.501-2.500 cc. Tingkat kandungan komponen lokalnya pun sekurang-kurangnya mesti 60 persen.

Harga model-model kendaraan penumpang yang berhak mendapatkan stimulus itu pun akhirnya turun. Pasar serta industri otomotif nasional bergerak lebih cepat pada masa pandemi Covid-19.

“Untuk pemerintah, (pemasukan dari) PPnBM berkurang, tapi ada benefit di tempat lain. Kalau kami hitung-hitung, kira-kira benefitnya enam kali lipat di industri pendukung otomotif seperti tier satu, tier dua, dan IKM (Industri Kecil Menengah),” lanjut Agus.

Toyota Avanza dan Toyota Veloz 2022

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil pada Januari-Oktober 2021 mencapai 703.089 unit secara wholesales dan 677.333 unit secara retail. Volume tersebut naik masing-masing 67 persen dan 49,3 persen, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Beberapa pabrikan memprediksi angka penjualan mobil nasional pada akhir tahun nanti mencapai 800-850 ribu unit. Ini lebih besar daripada proyeksi awal Gaikindo yang ‘hanya’ 750 ribu unit.

Adapun pada 2020, bobot pasar mobil nasional jeblok menjadi hanya 500 ribu-an unit gara-gara pandemi. Padahal, sejak 2012, pasar mobil Nusantara sudah masuk ke dalam ‘klub satu juta unit’. [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar