Ini Masalah yang Biasa Muncul di Toyota Avanza 2010

Panduan Pembeli

Ini Masalah yang Biasa Muncul di Toyota Avanza 2010

JAKARTA – Tidak mudah dalam memilih mobil. Ada banyak pertimbangan yang harus dilakukan. Salah satunya adalah mengetahui secara pasti kondisi mobil tersebut.

Setelah di artikel pertama kita membahas keunggulan Toyota Avanza 2010, kini saatnya kita membicarakan kelemahan dari Toyota Avanza 2010.

Sebab mobil ini menjadi incaran para calon pemilik mobil bekas. Lantas, apa-apa saja sebenarnya yang harus diperhatikan bila ingin membeli Toyota Avanza 2010?

Artikel bersambung dibawah

Kami pun menguhungi Supriyadi, Service Manager Toyota Astrido Pondok Gede untuk mengetahui penyakit yang umum dijumpai pada Toyota Avanza lansiran tahun 2010.

“Ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi para calon ataupun pemilik mobil Toyota Avanza tahun 2010. Salah satu yang utama adalah memeriksa motor fan (kipas) mobil. Untuk mobil dengan usia lebih dari 5 tahun atau telah lebih dari 130.000 km digunakan sebaiknya motor fan diganti,” sarannya.

Umumnya, motor fan yang telah berusia senja kemampuannya telah menurun dan berpotensi rusak hingga tidak bisa memutar kipasnya lagi. Padahal, tugas dari motor fan tidak hanya untuk mengaktifkan AC tapi juga untuk menjaga suhu mesin agar tidak terlalu panas.

“Bila baru menyalakan kendaraan dan tidak menyalakan AC, maka motor fan tidak akan bekerja. Tapi kalau AC dinyalakan maka motor fan secara otomatis akan bekerja. Bila menjalankan kendaraan tanpa AC, motor AC akan otomatis menyala bila suhu mesin telah mencapai 840C. Dengan demikian, mesin tidak akan mengalami overheat,” ungkapnya.

Salah satu cara paling mudah untuk mengetahui usia dari motor fan adalah dengan melihat tanggal produksi yang tertera pada rumah kipas.

“Jadi disesuaikan antara usia mobil dengan usia motor fan. Dengan demikian kita bisa tahu apakah motor fan sudah perlu diganti atau belum,” tambahnya.

Selain motor fan, Ia pun menambahkan untuk memeriksa karet pintu.

“Karet pintu biasanya sudah getas dan sebaiknya diganti. Karet ini dapat memengaruhi tingkat kekedapan kabin. Cara mudah untuk memeriksa kekedapan suara adalah dengan menyelipkan kertas di pintu kemudian menggesernya. Apabila mudah digeser, artinya daya rekat karet sudah melemah dan harus diganti,” ungkapnya.

Penyakit paling umum yang ditemui pada Avanza berusia tua adalah bunyi dug-dug dari suspensi belakang. Namun Ia menjelaskan bahwa hal tersebut bukanlah salah dari kaki-kaki, namun tanda karet stabilizer sudah harus diganti.

“Biasanya Avanza diisi penuh baik oleh penumpang maupun barang. Karena itulah biasanya karet stabilizer perlahan menjadi melemah dan menyebabkan bunyi ‘duk-duk’ saat melalui jalanan rusak. Nah ini harus diganti,” ungkapnya.

Selain menyebabkan bunyi asing, ternyata karet stabilizer juga berfungsi untuk menjadikan mobil menjadi lebih stabil saat dijalankan.

“Kalau karet sudah melemah, saat berkendara akan terasa lebih limbung. Kondisi tersebut tentu sangat berbahaya apalagi bila berkendara dengan kecepatan tinggi.”

Untuk menggantinya pun tidak perlu biaya mahal. Dengan uang sekitar Rp 100.000-an, pelanggan sudah bisa mengganti karet-karet tersebut. 
“Penggantiannya pun tidak memakan waktu lama dan bisa digabungkan dengan service berkala,” pungkasnya. [Adi/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual