Cara Cek Pajak Kendaraan Bermotor di Jawa Tengah

Panduan Pembeli

Cara Cek Pajak Kendaraan Bermotor di Jawa Tengah

Cara cek pajak kendaraan bermotor terbilang cukup mudah, apalagi bagi Anda yang tinggal di wilayah Jawa Tengah. Bisa melalui aplikasi, situs resmi Samsat maupun pesan singkat.

Membayar pajak kendaraan adalah hal yang wajib dilakukan oleh para pemilik mobil maupun sepeda motor demi mendukung pembangunan negara termasuk merawat jalan. Oleh karena itu, pembayaran pajak harus tepat waktu agar pembangunan tidak terhambat.

Masyarakat pun tidak perlu khawatir lupa membayar pajak kendaraan mereka. Pasalnya kini ada banyak cara untuk mengetahui apakah pajak kendaraan sudah dibayarkan atau belum. Namun, tentunya setiap daerah memiliki caranya sendiri-sendiri.

Untuk cek pajak kendaraan di Jawa Tengah, masyarakat bisa melakukannya dengan beberapa cara.

Pajak-Kendaan-Jawa-tengah

Cara pertama adalah dengan menggunakan aplikasi New Sakpole yang sudah tersedia di Google playstore. Aplikasi ini merupakan hasil pengembangan dari PSI Lahtabang Bapenda Provinsi Jawa Tengah.

Aplikasi New Sakpole terlihat sangat sederhana karena hanya menyediakan beberapa fitur penting seperti, bayar pajak, info pajak, panduan dan sebagainya.

Dalam aplikasi ini, pemilik mobil dan sepeda motor yang berada di Jawa Tengah bisa cek pajak kendaraan dengan memasukkan nomor polisi kendaraan pada fitur Info Pajak.

Berikut daftar wilayah di Jawa Tengah yang bisa menggunakan aplikasi tersebut:

  • Kabupaten Cilacap
  • Kabupaten Banyumas
  • Kabupaten Purbalingga
  • Kabupaten Banjarnegara
  • Kabupaten Kebumen
  • Kabupaten Purworejo
  • Kabupaten Wonosobo
  • Kabupaten Magelang
  • Kabupaten Boyolali
  • Kabupaten Klaten
  • Kabupaten Sukoharjo
  • Kabupaten Wonogiri
  • Kabupaten Karanganyar
  • Kabupaten Sragen
  • Kabupaten Grobogan
  • Kabupaten Blora
  • Kabupaten Rembang
  • Kabupaten Pati
  • Kabupaten Kudus
  • Kabupaten Jepara
  • Kabupaten Demak
  • Kabupaten Semarang
  • Kabupaten Temanggung
  • Kabupaten Kendal
  • Kabupaten Batang
  • Kabupaten Pekalongan
  • Kabupaten Pemalang
  • Kabupaten Tegal
  • Kabupaten Brebes
  • Kota Magelang
  • Kota Surakarta
  • Kota Salatiga
  • Kota Semarang
  • Kota Pekalongan
  • Kota Tegal

Selain itu, masyarakat juga bisa cek pajak kendaraan dengan melihat situs resmi dari Samsat pkb provinsi Jawa Tengah.

Kemudian pilihan lain adalah dengan menggunakan USS Code yang bisa digunakan melalui handphone. Caranya dengan mengetikkan kode *368*1# atau bisa juga menggunakan jasa premium SMS ke nomor 8893.

Dasar Hukum Pembayaran Pajak Kendaraan di Jawa Tengah

Pajak-Kendaan-Jawa-tengah

Dasar hukum pembayaran pajak kendaraan di Jawa Tengah tercantum dalam Peraturan Gubernur 125 tahun 2008, tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama.

Dari pergub tersebut ditetapkan dasar penghitungan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Adapun faktor-faktor yang menjadi perhitungan PKB antara lain:

  • Tekanan Gandar
  • Bahan Bakar
  • Tahun pembuatan Kendaraan
  • Jenis penggunaan
  • Bobot kendaraan

Tarif Pajak Kendaraan Bermotor

Sementara itu untuk tarif pajak kendaraan bermotor di Jawa Tengah adalah sebagai berikut:

  • Sebesar 1,5% untuk kendaraan bermotor bukan umum, yaitu kendaraan pribadi
  • Sebesar 1% untuk kendaraan umum, yaitu yang digunakan sebagai transportasi umum
  • Sebesar 0,5% Untuk kendaraan Bermotor alat berat dan alat-alat besar

Besaran tarif pajak didasarkan dari perhitungan bobot pajak dan juga NJKB nya,

Sedangkan untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) meliputi:

  • 10% untuk pajak bea balik nama kendaraan baru (kendaraan pribadi dan umum)
  • 3% untuk bea balik nama kendaraan baru (alat berat dan alat besar)
  • 1% untuk kendaraan bukan baru, yaitu penyerahan kedua, ketiga dan seterusnya (kendaraan pribadi dan umum)
  • 0,3% Untuk kendaraan berat bukan baru, yaitu untuk penyerahan kedua ketiga dan seterusnya

Tarif Pajak Progresif Kendaraan di Jawa tengah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga sudah menerapkan pajak progresif. Hal ini tertuang di Perda Provinsi Jateng nomor 2 tahun 2011 tentang Pajak Daerah Provinsi Jawa Tengah.

Dalam aturan tersebut disampaikan bahwa, pemilik kendaraan roda empat maupun roda dua dengan nama dan alamat yang sama akan dikenakan tarif pajak progresif seperti yang sudah ditetapkan.

Untuk pajak progresif sepeda motor akan dikenakan pada pemilik kendaraan yang sudah memiliki sepeda motor berkapasitas 200 cc atau lebih.

Pemilik kendaraan roda empat juga akan mendapatkan tarif pajak progresif.

Adapun besaran tarif  tarif pajak progresif yang diterapkan, yakni sebesar 2 persen untuk kepemilikan kedua atau naik 0,5 persen dibandingkan dengan kepemilikan kendaraan pertama.

Kemudian untuk kepemilikan kendaraan ketiga akan naik lagi sebesar 0,5 persen dari kendaraan kedua, yakni 2,5 persen. Begitu pula seterusnya.

Manfaat Membayar Pajak Tepat Waktu

Ada banyak manfaat membayar pajak tepat waktu. Tak hanya untuk diri sendiri, tapi juga bagi masyarakat luas. Hal ini perlu untuk diingat bahwa, pendapatan terbesar dari negara ini adalah pajak dan dari sanalah pembangunan dilakukan.

Terlambat membayar pajak artinya, menghambat pemerintah dalam melakukan pembangunan dan perbaikan fasilitas umum.

Berikut adalah beberapa keuntungan membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu.

Tidak Khawatir Berkendara di Jalan

Tidak jarang di jalan ada razia dan memeriksa pajak kendaraan. Bagi yang belum membayar pajak kendaraan, kondisi tersebut tentunya akan membuat diri menjadi lebih was-was ketimbang mereka yang sudah membayar pajak.

Tak Perlu Bayar Denda

Bagi mereka yang membayar pajak tepat waktu, maka tidak perlu membayar denda yang jumlahnya cukup besar. Besaran denda berbeda-beda tergantung dari lama waktu keterlambatan dan jenis kendaraan.

Pelayanan Lebih Mudah

Di beberapa daerah ada layanan pembayaran pajak secara drive thru. Namun, layanan ini hanya berlaku bagi mereka yang belum terlambat membayar pajak.

Sementara bagi yang terlambat maka dipersilahkan untuk menggunakan layanan lain.

Bisa Mempersiapkan Dana dari Lama

Salah satu keuntungan dari memeriksa pajak kendaraan adalah pemilik kendaraan jadi tahu berapa kira-kira biaya yang harus dipersiapkan. Dengan demikian, ia bisa menyisihkan dana dari jauh-jauh hari agar tidak terasa berat.

Tidak Memberatkan Pemerintah

Seperti yang disampaikan di atas bahwa, pajak kendaraan digunakan untuk melalukan pembangunan negara. Tentunya dengan pajak yang lancar maka pembangunan tidak akan tersendat dan masyarakat diharapkan bisa lebih terjamin kehidupannya.

Solusi Bagi yang Tidak Mau Membayar Pajak

Sayangnya, meski banyak keuntungan dari membayar pajak, masih banyak orang enggan untuk membayarnya tepat waktu. Hal ini tentunya sangat disayangkan, karena itu adalah kewajiban dari pemilik kendaraan bermotor.

Bila merasa membayar pajak kendaraan terlalu berat, maka tidak ada salahnya untuk mengurungkan niat memiliki kendaraan. Untuk mobilitas, kini bisa diatasi dengan menggunakan transportasi umum ataupun online. Dengan demikian tidak perlu khawatir lagi untuk menyisihkan dana dan membayar pajak kendaraan.

Tak hanya itu, bila membayar pajak kendaraan juga dirasa masih berat, maka tidak ada salahnya untuk menunda membeli kendaraan kedua atau seterusnya. Fokus saja dulu pada satu kendaraan dan penuhi kewajibannya.

Bila memang dirasa sudah mampu membayar pajak, dan memiliki garasi barulah bisa mempertimbangkan untuk memiliki kendaraan tambahan. [Adi/Ses]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar