Ini Alasan Ferrari 488 Spider Datang Terlambat

Mobil Baru

Ini Alasan Ferrari 488 Spider Datang Terlambat

JAKARTA – Ferrari 488 Spider memang baru diluncurkan di Indonesia. Namun di negara asalnya, mobil ini telah diluncurkan sejak tahun 2015 lalu.

Lantas mengapa Indonesia terbilang tertinggal untuk mobil ini? Arie Christopher, CEO of Ferrari Jakarta pun menampik anggapan bahwa Indonesia terlambat untuk mendapatkan mobil ini. Ia menjelaskan bahwa baru didatangkannya 488 Spider ke Indonesia semata-mata karena ada urutan dalam produksi mobil.

“Jadi produksi pertama itu hanya untuk stir kiri saja. Setelah mobil dengan stir kiri sekiranya sudah cukup maka produksi 488 Spider dengan stir kanan baru dilakukan. Memang terkesan terlambat, namun sebenarnya tidak,” ungkapnya.

Banyak Peminat

Meski baru diluncurkan hari ini, namun ternyata peminat mobil ini terbilang cukup tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan sudah adanya pemesan mobil ini.

“Pemesan memang sudah ada. Namun untuk jumlahnya, saya tidak bisa sebutkan. Sementara itu untuk penjualan Ferrari di Indonesia pada tahun ini masih pun masih on track. Saya tidak menyebut bahwa penjualan meningkat, namun saat ini masih sesuai dengan ekspektasi kami,” pungkas Arie.

Ferrari 488 Spider adalah line up terbaru Ferrari di Indonesia. Mobil ini telah dilengkapi dengan mesin V8 turbocharged berkapasitas 3.902cc. Dengan mesin ini maka tenaga yang dihasilkan dapat mencapai 670 hp dan torsi mencapai 760 Nm.

Beberapa fitur unggulannya adalah SSC2 Side Slip Angle Control System yang menghasilkan akselerasi 12 persen lebih cepat saat keluar dari tikungan jika dibanding 458 Spider. Selain itu, 488 Spider juga dilengkapi dengan desain aerodinamika yang diklaim mampu meningkatkan downforce mobil dan mengurangi hambatan angin. [Adi/Ari/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual