Harga Toyota Prius PHEV Ditargetkan Lebih Murah dari Mitsubishi Outlander PHEV

Berita Otomotif

Harga Toyota Prius PHEV Ditargetkan Lebih Murah dari Mitsubishi Outlander PHEV

TANGERANG - Toyota menargetkan harga Prius PHEV di Indonesia kelak kurang dari Rp 1 miliar. Kalau ini benar-benar terwujud, banderolnya akan lebih murah daripada Mitsubishi Outlander PHEV.

Toyota sudah membeberkan rencana meluncurkan Prius PHEV, kemungkinan tahun ini. Tak hanya itu, ancar-ancar harganya pun diberitahukan.

“Pada saat ini, sih, kalau dari hitung-hitungan kami, kami berharap bisa di bawah Rp 1 miliar. Targetnya di bawah Rp 1 miliar,” ucap Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor (TAM) menjawab pertanyaan Mobil123.com ketika diwawancarai di sela-sela Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 pada 18 – 28 Juli di Serpong, Tangerang.

Prius PHEV sendiri dibawa sebagai mobil eksebisi Toyota dalam pameran otomotif tersebut. Selain itu, ada pula TS050 hybrid plus mobil hidrogen Fine-Comfort Ride (F-CR).

Jika target harga itu tercapai, Prius PHEV bakal lebih murah dari Mitsubishi Outlander PHEV yang mengaspal dengan harga Rp 1,289 miliar di Tanah Air. Peluncuran model plug-in hybrid vehicle (PHEV) pertama di Indonesia ini sendiri berlangsung dalam GIIAS 2019.

Sebagai informasi, PHEV dan hybrid sama-sama mengombinasikan mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) dengan sistem penggerak berbasis baterai plus motor listrik. Namun, dalam teknologi PHEV, tidak hanya mendapat pengisian daya dari mesin, tapi juga bisa melalui steker listrik rumah biasa sehingga semakin mirip mobil listrik murni.

Toyota pada 2019 sudah terlebih dahulu merilis Camry hybrid serta C-HR hybrid. Sebelum itu, merek asal Jepang ini sudah memiliki Alphard hybrid serta Prius hybrid.

Belum Perhitungkan Insentif Pajak
Anton menjelaskan perhitungan harga PHEV saat ini belum memperhitungkan insentif pajak yang kelak diberikan pemerintah melalui regulasi low carbon emission vehicle (LCEV). Jika dengan memasukkan insentif pajak, ia berpikir harganya bisa lebih rendah lagi dari perhitungan terkini.

“Itu (kalkulasi harga) belum pakai regulasi. Jadi bisa lebih turun lagi dari perhitungan,” tandasnya.

Sebagai informasi, regulasi LCEV kabarnya akan diterbitkan pekan ini adalah upaya pemerintah mendorong penjualan mobil hybrid dan mobil listrik di Nusantara, kemudian menciptakan industrinya di sini. Pada 2025, pemerintah sudah menargetkan produksi mobil-mobil hybrid dan listrik berjumlah 20 persen dari total perakitan lokal mobil.

Anton mengaku minat konsumen terhadap Prius PHEV sudah terlihat. Ia mengklaim ada orang-orang yang telah menanyakannya kepada para tenaga penjual Toyota, bahkan mengaku berminat membelinya.

“Sudah banyak yang menanyakannya, apakah itu konsumen fleet, apakah dari konsumen dealer, atau dari konsumen retail. Walaupun kami tidak bisa bilang mereka pasti beli, animonya ada. Orang yang mengaku sudah siap bayar pun ada. Tapi itu, kan, masih jadi calon pembeli jadi kami enggak bisa bilang sebagai pemesan,” tutupnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support