Datsun 7 Days Challenge: Kudapan Sedap Serabi Solo Notosuman

Berita Otomotif

Datsun 7 Days Challenge: Kudapan Sedap Serabi Solo Notosuman

SOLO – Menu Nusantara untuk sarapan di setiap daerah memang berbeda. Salah satu kudapan sedap legendaris di kota Solo adalah Serabi Solo. Kami pun berinisiatif untuk bertanya pada warga asli, lokasi Serabi Solo mana yang sedap untuk disantap.

Jawabannya adalah adalah serabi Solo Notosuman. Tokonya terletak di Jalan Muhamad Yamin No.28, Jayengan, Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Beruntung, lokasinya sangat pas untuk dilalui oleh Datsun Go+ Panca dan Datsun Go Panca.

Lokasinya memang berada di jalan yang kurang bersahabat untuk mobil besar. Selain jalannya terbilang mepet, lokasi parkirnya juga sangat sempit. Sekali lagi, kami diuntungkan dengan dimensi Datsun Go Panca dan Datsun Go+ Panca yang kompak dan pas dengan segala medan jalan.

Toko Serabi Notosuman yang kami datangi tidak hanya menjual serabi namun juga memproduksinya secara langsung. Sehingga serabi yang dijual dipastikan selalu dalam kondisi segar. Dalam 1 hari, mereka dapat menjual sedikitnya 1.000 dus serabi solo baik rasa original maupun rasa coklat.

“Serabi Solo jauh berbeda dengan Serabi Bandung. Serabi solo tidak menggunakan ‘kuah’ seperti Serabi Bandung. Tekstur Serabi solo pun terasa lebih lembut dan memiliki rasa santan yang khas. Bahkan serabi rasa coklat pun masih memiliki rasa santan yang kental,” ungkap Yoan wisatawan domestik asal Medan.

Gadis manis ini menambahkan bahwa Serabi Solo tidak hanya enak untuk dimakan pada pagi hari namun juga malam hari. Sayangnya, Serabi Notosuman hanya buka pukul 5 pagi hingga 4 sore sehingga tidak mungkin mendapatkannya di malam hari.

Serabi Notosuman dijual Rp 20.000 untuk rasa original, Rp 23.000 untuk campur dan Rp 25.000 untuk rasa coklat. 1 dus diisi dengan 10 serabi solo. Kami pun menghabiskan 1 dus pancake lokal yang terbuat dari tepung beras ini dalam hitungan menit [Adi/Ari/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual