Daihatsu Masih Kebal Terhadap Krisis Semikonduktor

Berita Otomotif

Daihatsu Masih Kebal Terhadap Krisis Semikonduktor

JAKARTA – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengklaim bahwa saat ini pihaknya masih belum merasakan hambatan akibat adanya krisis semikondukor.

Dampak kelangkaan semikondukor memengaruhi hampir seluruh pabrikan otomotif dunia. Meski demikian, ADM mengklaim bahwa saat ini produksi kendaraan Daihatsu masih lancar, karena pihaknya telah melakukan beberapa langkah yang terbukti efektif.

“Sampai hari ini kami masih berproduksi dengan normal. Jadi bisa dilihat dari hasil bulan september produksi Daihatsu bisa naik signifikan bahkan hingga level 18.000-an, tertinggi di tahun ini. Bagi Daihatsu, semikonduktor saat ini masih bisa diatur, karena principal kami. Mereka berusaha maksimal mendapatkan alokasi yang cukup untuk pasar indonesia,” terang Amelia Tjandra, Marketing Director PT ADM.

Keistimewaan yang diberikan oleh pihak prinsipal untuk Daihatsu Indonesia tentunya sangat menguntungkan. Pasalnya, saat ini Daihatsu masih terus mengejar produksi kendaraan mereka demi memenuhi permintaan pasar yang meningkat karena adanya relaksasi PPnBM.

“Daihatsu mencermati kondisi ini dengan seksama dan berjuang semaksimal mungkin untuk mendapatkan alokasi semikonduktor. Kalau tidak nanti tim penjual protes, karena sudah dapat relaksasi tapi produksi tidak maksimal. Kondisi ini sudah kami sampaikan ke prinsipal,” tambahnya kemudian.

Sayangnya, Ia pun memperkirakan bahwa krisis ini masih akan menjadi masalah utama hingga setidaknya pada kuartal pertama 2022. Tentunya ini bisa memberatkan produsen mobil yang mungkin harus melakukan beragam penyesuaian.

“Masalah ini menurut perkiraan akan terus berlanjut, bahkan pada kuartal pertama 2022 pun ini akan masih menjadi masalah besar bagi merek-merek besar dunia. Ini pun tidak hanya berdampak pada dunia otomotif saja tapi juga untuk telepon seluler. Mudah-mudahkan akan ada terobosan baru dari supplier yang akan meningkatkan kapasitas produksinya,” tutur Amelia.

Kelangkaan semikonduktor merupakan salah satu dampak dari pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia. Karena pandemi, permintaan terhadap chip semikonduktor berkurang dan produksi pun kemudian ditekan.

Tak hanya itu, tidak sedikit pabrikan yang terpaksa menghentikan produksinya, karena adanya lockdown di wilayahnya masing-masing. [Adi/Ses]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar