China Turunkan Nilai Tukar Yuan, GM Santai

Berita Otomotif

China Turunkan Nilai Tukar Yuan, GM Santai

BEIJING - China membuat kaget dunia dengan melakukan devaluasi atau penurunan nilai mata uang mereka, yuan. Karena hal itu, pasar keuangan dunia rontok. Nilai tukar rupiah pun hampir menyentuh angka Rp 13.800. Di China, General Motors (GM) punya taktik untuk menghalau efek negatif devaluasi yuan tersebut.

Devaluasi  nilai yuan sendiri sengaja dilakukan China untuk mendorong pasar ekspor mereka yang mulai kalah bersaing. Sebab, melemahnya nilai tukar mata uang lain terhadap dolar dan tingginya harga yuan membuat barang-barang ekspor produksi China jadi lebih mahal.

Raksasa otomotif General Motors (GM) yang memiliki pangsa pasar yang cukup besar di China langsung bereaksi. Mereka mengatakan kalau penurunan nilai mata uang China sebesar 2 persen akan memiliki dampak yang terbatas pada bisnis mereka.

Sebab GM mengklaim telah melakukan serangkaian langkah untuk membatasi dan mengelola dampak dari perubahan nilai mata uang.

Salah satu caranya adalah dengan cara membangun kendaraan untuk pasar China di China dengan komponen-komponen buatan lokal yang, menurut GM, secara langsung akan mengurangi sebagian besar risiko yang terkait dengan devaluasi yuan.

GM bahkan masih optimis bisa terus berkembang. "Kami terus mengharapkan hasil yang kuat di China akan dipertahankan di sisa tahun ini," tulis GM dalam statment tertulisnya. [Syu/Idr]

 

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Syubhan Akib

Syubhan Akib

Pria berkacamata yang mencintai dunia otomotif dan sangat suka memandang mobil klasik serta mempelajari sejarah otomotif dunia. Kemacetan adalah sahabat, kecepatan adalah kesukaan dan liburan akhir pekan adalah impian.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual