Carlos Ghosn Resmi Dipecat dari Nissan

Berita Otomotif

Carlos Ghosn Resmi Dipecat dari Nissan

TOKYO – Para pemegang saham Nissan Motor telah melakukan pemungutan suara dan memutuskan untuk mengeluarkan Carlos Ghosn dari posisinya saat ini.

Dalam rapat khusus yang diselenggarakan pada 8 April, pemegang saham juga menunjuk Jean-Dominique Senard, Chairman Renault untuk menggantikan Ghosn di dewan. Senard pun diharapkan untuk menjadi Vice Chairman Nissan.

Tak hanya itu, dalam rapat juga diputuskan untuk mengeluarkan Greg Kelly, mantan Direktur Nissan yang disebut telah menyembunyikan uang sebesar USD 80 juta.

Hiroto Saikawa, CEO Nissan membuka rapat dengan membungkuk meminta maaf atas skandal pelanggaran yang sudah terjadi di Nissan dan kemitraan dengan Renault meski sudah berlangsung selama 20 tahun.

“Sangat sulit untuk datang dengan kondisi seperti ini. Kami harus mengakui ada masalah signifikan dengan tata kelola perusahaan. Misi kami bukan untuk mengabaikan masalah tetap untuk mengatasinya,” tuturnya pada 4.119 pemegang sahan yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Saikawa pun menjelaskan tuduhan pelanggaran yang diduga dilakukan oleh Ghosn. Ia juga mengurai langkah-langkah Nissan setelah mengetahu pelanggaran tersebut dan langkah untuk menghindari terjadinya pelanggaran serupa di masa depan.

Dewan Nissan juga sudah mengeluarkan Ghosn dan Kelly dari posisinya pada bulan November, beberapa hari setelah keduanya ditangkap pada 19 November. Namun sebagai Direktur Representatif mereka memiliki keistimewaan sehingga hanya suara pemegang saham yang bisa mengeluarkannya.

Keduanya tentu membantah telah melakukan kesalahan, namun tetap saja mereka ditahan oleh Pemerintah Jepang. Penangkapan tersebut pun memicu perpecahan di Aliansi dan membuat masa depannya terancam. Renault dan Nissan awalnya tidak sepakat atas tuduhan yang diberikan pada Ghosn, tapi belakangan Renaut seakan menemukan transaksi mencurigakan selama kepemimpinannya.

Skandal tersebut pun menjadikan Nissan untuk melakukan perombakan tata kelola di Nissan. Tujuannya adalah untuk menghindari kekuasaan seseorang terlalu luas yang dianggap sebuah kesalahan sehingga kasus skandal ini bisa terjadi.

“Situasi ini memperlihatkan pelanggaran etika dan resikonya disebabkan terlalu bergantungnya kita terhadap seseorang untuk menjalankan perusahaan. Budaya perusahaan harus ditingkatkan dan direformasi. Hari ini Saya akan fokus untuk Nissan yang ada saat ini dan masa depannya. Stabilisasi perusahaan adalah prioritas utama,” pungkasnya. [Adi/Ari]

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support