Bos Bajaj: Jumlah Mobil Harus Dikurangi

Berita Otomotif

Bos Bajaj: Jumlah Mobil Harus Dikurangi

NEW DELHI - Mahkamah Agung India belum lama ini mengeluarkan keputusan untuk melarang penjualan mobil diesel dan menerapkan aturan ketat untuk mobil atau truk diesel yang ingin masuk kota. Bos Bajaj pun setuju dengan aturan ini. Dia mengklaim, motor bisa menjadi solusi mengatasi polusi.

Keputusan itu sendiri dimaksudkan untuk mengurangi pencemaran udara setelah Delhi mencapai tingkat polusi mengkhawatirkan yang disebabkan oleh emisi mesin diesel dan pembakaran kebun di peternakan di sekitar kota.

Larangan itu menurut Mahkamah Agung India akan berlaku pada kendaraan baru yang memiliki mesin 2.0-liter atau lebih besar, dan akan berlaku sampai dengan 31 Maret 2016.

Selain melarang penjualan mobil diesel, pengadilan memutuskan memberikan pajak dua kali lipat pada truk bermesin diesel yang datang ke kota. Pengadilan juga melarang truk berusia lebih dari 10 tahun memasuki Delhi.

"Saya setuju dengan tujuan mereka, mengharapkan lebih dari produsen mobil, sepertinya (aturan) emisi di India ketinggalan 10 tahun dibanding dengan pasar negara maju. Ketika Pulsar RS200 dijual di India sudah memenuhi aturan emisi Eropa, tidak ada pembenaran kenapa mobil tidak melakukan hal yang sama," kata Rajiv Bajaj, managing director Bajaj Auto di India Times.

Selama ini di India, Bajaj Auto dikenal sebagai perusahaan anti-mobil. Rajiv Bajaj pun kembali menegaskan dunia akan lebih baik bila hanya ada sedikit mobil.

"Saya percaya dunia, terutama kota-kota, akan jauh lebih bisa ditinggali dan berkelanjutan jika kita memiliki lebih banyak sepeda, kendaraan roda-dua, kendaraan roda-tiga, kendaraan roda-empat (quadricycles/bukan mobil) dan transportasi umum efektif dan mobil lebih sedikit."

Selain bertanggung jawab terhadap tingginya polusi, mobil menurutnya juga bertanggung jawab pada sejumlah besar kematian di jalan.

"Mobil itu besar, berat, cepat. Dalam kecelakaan, pengendara sepedamotor bisa tewas. Pengendara sepeda motor adalah korban, pelakunya adalah yang duduk di belakang airbag." [Syu/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter

 

 



Syubhan Akib

Syubhan Akib

Pria berkacamata yang mencintai dunia otomotif dan sangat suka memandang mobil klasik serta mempelajari sejarah otomotif dunia. Kemacetan adalah sahabat, kecepatan adalah kesukaan dan liburan akhir pekan adalah impian.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual