BMW & Mercedes-Benz Disebut Tertarik Investasi Mobil Listrik di Indonesia

Berita Otomotif

BMW & Mercedes-Benz Disebut Tertarik Investasi Mobil Listrik di Indonesia

MUNICH – Daftar ‘pemain’ dari Jerman yang punya peluang investasi mobil listrik di Indonesia terus bertambah.

Sebelum ini, nama-nama yang ditaruh dalam daftar adalah BASF serta Volkswagen (VW). Mereka, seperti diberitakan Mobil123.com beberapa waktu lalu, tertarik membuat pabrik bahan baku mobil listrik di Tanah Air.

Sekarang, muncul nama BMW dan Mercedes-Benz. Keduanya disebut-sebut oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, di sela-sela kunjungan kerjanya ke Jerman pada akhir pekan lalu.

“BMW telah menyatakan minatnya untuk membangun ekosistem tersebut (mobil listrik—Red) di Indonesia. Mercedes-Benz juga bersedia bekerjasama dan sedang mengeksplorasi peluang ekspor kendaraan ke Australia dan ASEAN, rencananya mereka akan menjadikan Indonesia sebagai hub produksi,” ujar dia ketika berada di Munich, seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian Perindustrian.

BMW dan Mercedes-Benz minat investasi mobil listrik di Indonesia

Agus sendiri telah bertemu dengan dua pabrikan mobil premium yang saling berseteru itu, di markas mereka masing-masing. Ia memaparkan peluang investasi di Indonesia terkait mobil listrik sampai dengan fuel cell electric vehicle (mobil hidrogen).

Sekadar menambahkan Presiden Joko Widodo dan kabinetnya memang berambisi membangun industri mobil listrik beserta komponen-komponennya di dalam negeri. Misi ini dirumuskan dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019.

Cadangan nikel—bahan baku baterai mobil listrik—di Bumi Pertiwi yang jumlahnya terbanyak di dunia dipercaya bisa menjadi salah satu ‘magnet’ bagi investor.

Indonesia sudah mulai menerapkan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) bagi mobil-mobil berteknologi elektrifikasi per 16 Oktober 2021. Ada pula beragam insentif lain, termasuk bagi korporasi yang membangun pabrik perakitan kendaraan listrik atau komponen-komponennya di dalam negeri.

BMW dan Mercedes-Benz minat investasi mobil listrik di Indonesia

Pada 2025, diharapkan 20 persen dari kendaraan yang diproduksi lokal menyandang teknologi elektrifikasi. Ini sudah ditetapkan dalam roadmap (peta jalan) pengembangan kendaraan listrik melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020.

Selain itu, mulai 5 Juli 2020 Indonesia dan Australia pun mulai menerapkan perdagangan bebas yang telah disepakati dalam Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

“Sangat penting untuk investor berinvestasi di Indonesia,karena kami yakin di masa depan akan terjadi peningkatan permintaan EV di dunia. Indonesia punya target pengembangan komponen utama untuk EV seperti baterai, motor elektrik, dan inverter,” ujarnya. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar