Bisnis Kredit Motor Melemah

Berita Otomotif

Bisnis Kredit Motor Melemah

JAKARTA - Penjualan motor di Indonesia tengah melemah. Hal itu secara langsung berdampak pada bisnis pembiayaan motor di Indonesia di lima bulan pertama 2015 ini. 

Sebab, menurut Senior Vice President Adira Finance Sugianto, dari Januari-Mei 2015 pembiayaan motor baru turun 20% dibanding periode tahun lalu. 

"Penurunan ini tidak beda jauh dari data yang dikeluarkan AISI (Asosisasi Industri Sepeda Motor Indonesia) sekitar 20-26%," ujarnya.

Meski tidak menyebut angka pasti jumlah pembiayaan motor baru sepanjang Januari-Mei 2015, Sugianto tetap optimis ada pertumbuhan di semester kedua. Segmen skuter otomatis (skutik) masih memegang nilai transaksi paling besar dengan kontribusi sebesar 60% dari seluruh pembiayaan motor baru.

"Skutik masih paling besar. Komposisi di kita 70% di kota-kota besar dan 60 sekian persen secara nasional. Kenapa skutik tetap paling besar, karena mayoritas masyarakat kita bermukim di kota besar. Skutik laku hanya di kota, sementara daerah lain pilihnya bebek," imbuhnya.

Sedangkan pada segmen sport, yang awalnya diprediksi akan meningkat hingga 10% justru belum menunjukkan hasil. Hingga Mei 2015 pembiayaan motor sport masih stagnan, alasannya menurut Sugianto karena harga jual yang masih di atas rata-rata.

"Sport pertumbuhannya cukup lumayan pada akhir tahun kemarin. Tapi sampai sekarang posisinya masih stagnan. Karena memang dari sisi harga berbeda. Sempat diprediksi segmen sport akan meningkat karena produsen gencar keluarkan motor sport, tapi belum, masih sama," lugasnya. [Syu/Idr]

 



Syubhan Akib

Syubhan Akib

Pria berkacamata yang mencintai dunia otomotif dan sangat suka memandang mobil klasik serta mempelajari sejarah otomotif dunia. Kemacetan adalah sahabat, kecepatan adalah kesukaan dan liburan akhir pekan adalah impian.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support