Berkat PPKM Mobilitas Masyarakat Turun Hingga 86%

Berita Otomotif

Berkat PPKM Mobilitas Masyarakat Turun Hingga 86%

JAKARTA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali terbukti berhasil menekan mobilitas masyarakat.

Selama pelaksanaan Pengendalian transportasi di masa PPKM Darurat (12 Juli s.d 20 Juli 2021) maupun pengendalian transportasi di masa libur jelang Idul Adha (19 Juli s.d 25 Juli 2021), hingga hari Selasa (20/7) penurunan mobilitas terbilang signifikan. Bahkan penurunan berkisar 30% hingga 86% dari kondisi normal.

“Jika dibandingkan mobilitas masyarakat sebelum adanya SE Satgas 14 dan 15, terjadi penurunan yang cukup signifikan di semua moda transportasi baik di darat untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum, laut, udara, dan kereta api,” ucap Adita.

Mobilitas Masyarakat Turun Hingga 86%

Tercatat, untuk transportasi udara, jumlah pergerakan penumpang  harian di wilayah Jawa dan Bali penurunannya mencapai 80,8 persen. Dari rata-rata sekitar 61 ribu penumpang per hari menjadi sekitar 11 ribu penumpang per hari.

Untuk moda transportasi kereta api, jumlah pergerakan penumpang harian KA Antarkota penurunannya mencapai 77 persen dari sekitar 27 ribu penumpang menjadi sekitar 6 ribu penumpang. Sementara untuk pergerakan penumpang harian KA Perkotaan (non KRL Jabodetabek) penurunannya mencapai 86 persen dari sekitar 42 ribu penumpang menjadi 5 ribu penumpang.

Sementara, untuk pergerakan penumpang harian KRL Jabodetabek penurunannya mencapai 56 persen dari sekitar 330 ribu penumpang menjadi 145 ribu penumpang. Sedangkan, untuk pergerakan penumpang harian KRL Yogya – Solo penurunannya mencapai 56 persen dari sekitar 2500 penumpang menjadi sekitar 1.100 penumpang.

Mobilitas Masyarakat Turun Hingga 86%

Penurunan juga terjadi pada moda transportasi darat. Bus harian yang berangkat di 31 Terminal Tipe A penurunannya mencapai 42,36 persen dari sekitar 43 ribu menjadi sekitar 25 ribu penumpang. Sementara untuk angkutan penyeberangan di lintas Merak-Bakauheni penurunannya mencapai 42 persen dari sekitar 46 ribu menjadi sekitar 27 ribu penumpang dan di lintas Ketapang-Gilimanuk penurunannya mencapai 52 persen dari sekitar 20 ribu menjadi sekitar 9 ribu penumpang.

Sedangkan untuk kendaraan pribadi, dari pantauan lalu lintas kendaraan di empat ruas jalan tol yaitu, Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi, tercatat volume lalu lintas yang ke arah luar Jabodetabek penurunannya mencapai 30 persen dari sekitar 119 ribu kendaraan menjadi sekitar 84 ribu kendaraan. Sementara yang masuk ke arah Jabodetabek penurunannya mencapai 33 persen dari sekitar 123 ribu kendaraan menjadi sekitar 83 ribu kendaraan.

Untuk transportasi laut, jumlah pergerakan penumpang kapal di wilayah Jawa dan Bali mengalami penurunan 30,3 persen dari rata-rata per hari 1.935 menjadi 1.348 penumpang. [Adi/Had]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar